HOME » BERITA » KISAH KOMANDAN TNI DISANDERA ANAK BUAH, DIARAK KELILING KOTA NAIK MOBIL

Kisah Komandan TNI Disandera Anak Buah, Diarak Keliling Kota Naik Mobil

Bertugas di Papua, Komandan TNI ini miliki cerita yang begitu menarik

Selasa, 06 Juli 2021 16:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kisah Komandan TNI Disandera Anak Buah, Diarak Keliling Kota Naik Mobil
Kisah Komandan TNI Kaget Disandera Anak Buah. Channel YouTube TNI AD ©2021 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Tatang Subarna memiliki cerita inspiratif ketika bertugas di Papua. Waktu itu ia menjabat komandan di Batalyon 751 dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol).

Perwira Tinggi dari Baret Merah Kopassus TNI ini juga menceritakan momen sebelum kepulangannya ke Jawa. Saat itu, secara mendadak ia diadang dan disandera oleh anak buah. Bahkan para personel TNI tersebut tak segan meminta komandannya berganti pakaian.

Lantas bagaimana ketegangan yang terjadi? Simak ulasannya berikut ini.

1 dari 4 Halaman

Jadi Komandan di Batalyon yang Hancur Lebur

Channel YouTube TNI AD 2021 Merdeka.com

Melansir dari kanal YouTube TNI AD, mengisahkan sepak terjang Tatang Subarna yang berpangkat Letkol, telah dipilih jadi Danyon.

"Kami waktu itu pembekalan Danyon. Kami juga tidak menyangka di luar dugaan, karena kami masih junior. Begitu saya jadi Danyon, penempatan itu mas, jadi Danyon 751. Ini Batalyon terjelek mas, bukan yang adem ayem gitu, enggak ada. Ini Batalyon yang hancur lebur. Mungkin 751 ranking terbawah dari seluruh Batalyon di Angkatan Darat. Masuklah Tatang Subarna di situ," katanya, seperti dikutip dari kanal YouTube TNI AD.

Diketahui, kondisi di Batalyon 751 di Sentani, Jayapura, Papua, kala itu tidak kondusif. Sedikitnya seribu personel ngamuk sehingga terjadi kerusakan parah, pada Rabu (29/4/2009) siang.

Seorang personel Sertu Abidin pun menceritakan kisah pilu yang sempat terjadi di Kota Sentani. Demo besar-besaran para prajurit TNI AD membuat Markas Batalyon 751 hancur.

"Waktu itu kami di Batalyon 751 BS, di Kodam Cendrawasih, Papua tahun 2009. Waktu itu 2004 ada keributan, yang intinya kekecewaan anggota terhadap sosok pimpinan. Kejadian anarkis dari anggota menembak, melempar batu. Sehingga Mako yang ada di Batalyon 751 hancur. Bisa dibilang 80 persen hancur. Bahkan ruangan Komandan rusak," cerita Abidin.

2 dari 4 Halaman

Membawa Perubahan Besar

Channel YouTube TNI AD 2021 Merdeka.com

Kehadiran Tatang memimpin Batalyon 751, membawa perubahan yang signifikan. Lantas anak kedua dari lima bersaudara ini berhasil menjadikannya sebagai Batalyon terbaik di TNI Angkatan Darat.

"Saya tidak menyangka Batalyon 751 tahun 2011, merinding saya mas. Jadi Batalyon terbaik. Ternyata apa yang sudah kita lakukan, berbuah seperti itu, luar biasa. Saya dinobatkan jadi Batalyon terbaik. Luar biasa mas," ungkap Tatang.

Personel Batalyon 751 tahun 2010, Mayor Inf Harry mengungkapkan kekagumannya terhadap kepemimpinan Tatang. Sang komandan membuat peraturan baru dan mensejahterakan para personelnya.

"Banyak perubahan yang telah dilakukan oleh beliau (Tatang). Mulai dari pangkalan, organisasinya, personelnya, prajuritnya sendiri. Dia menerapkan reward dan punishment. Ada prajurit berprestasi, pasti diupacarakan, diberi penghargaan. Kesejahteraannya begitu diperhatikan," ujar Harry.

3 dari 4 Halaman

Disandera Anak Buah

Channel YouTube TNI AD 2021 Merdeka.com

Momen mengejutkan tatkala Tatang hendak pulang ke Jawa. Ia mengaku terkejut, secara tiba-tiba anak buahnya di Batalyon 751 menyandera dirinya.

"Saya pulang itu disandera sama anak buah, 'Komandan kita pakai preman kan?' Begitu mendarat di Sentani, 'Komandan ayo ganti baju dulu. Komandan naik ke mobil'. Saya mau dibuat apa ini," cerita Tatang.

Bahkan mereka tak segan melarang Tatang duduk di depan. Ia berada di belakang dan menjadi sorotan masyarakat.

Ternyata Tatang menerima kejutan istimewa dari seluruh personel. Termasuk warga sekitar Batalyon dan keluarga dari anak buah.

"Itu pun saya naik tidak boleh di dalam. Saya disuruh duduk di belakang. Barisan prajurit, keluarga, ibu-ibu pawai mas, konvoi. Saya tanya, apa ini. Katanya, ini acara khusus dari anak buah, dari satuan buat Komandan," ucap Tatang.

4 dari 4 Halaman

Kenakan Seragam Kebesaran

Channel YouTube TNI AD 2021 Merdeka.com

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Tatang, para anak buah pun telah mempersiapkan segalanya. Termasuk mengenakan seragam kebesaran Batalyon 751 dalam mengiringi perjalanan Tatang untuk berpisah.

"Setelah jadi Batalyon terbaik, kami melaksanakan arak-arakan kalau orang bilang. Jadi Pataka, seluruh Batalyon dengan menggunakan baju kebesaran Batalyon 751. Kami arak keliling Kota Sentani di Jayapura," terang Abidin.

Tak berselang lama, Tatang mendapatkan amanat baru. Setelah menjadi Danyon, ia dipercaya menjabat Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire.

"Tidak menunggu waktu lama, saya bergeser menjadi Dandim, Komandan Kodim 1705/Nabire di pedalaman," pungkas Tatang.

Penulis: Kurnia Azizah

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR