HOME » BERITA » KISAH LINA-BUDI, SERUNYA SUAMI ISTRI SAMA-SAMA HOBI VESPA 2-TAK

Kisah Lina-Budi, Serunya Suami Istri Sama-Sama Hobi Vespa 2-Tak

Sepasang suami-istri Lina dan Budi banyak menghabiskan waktu berdua dengan mengendarai Vespa, terutama di akhir pekan.

Kamis, 23 Juli 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Kisah Lina-Budi, Serunya Suami Istri Sama-Sama Hobi Vespa 2-Tak
Lina dan Budi, sepasang suami-istri yang hobi Vespa (Dok. Pribadi)

OTOSIA.COM - Motor 2-tak terbilang sarat dengan pembuangan berasap. Makanya, ia lebih akrab dengan laki-laki ketimbang perempuan. Namun jika suami-istri justru punya kesukaan yang sama pada motor ini, cerita tentu jadi unik.

Adalah Lina Safarina dan suaminya, Budi Santosa, yang punya kisah demikian. Lina memang sedari kecil sudah akrab dengan Vespa karena menjadi kendaraan ayahnya. Lalu di tahun 2006, Lina mulai akrab dengan Ninja 2-tak.

"Mulai kenal Ninja tahun 2006. Saya pakai yang Ninja 150RR, kalau suami yang R. Kita jadi suka "touring cinta" berdua suami ke berbagai daerah. Tapi sebenarnya sudah sejak lama juga naik Vespa sebelum Ninja," akunya.

Budi Santosa dan Lina Safarina (doc. pribadi Lina Safarina)

1 dari 6 Halaman

Namanya sama-sama penggemar motor unik, pasti cerita cinta di atas roda dua ini juga unik. Misalnya cerita horor waktu naik motor di hutan.

"Yang horor mah pake Ninja lewatin hutan pinus Cikole Lembang, arah mau ke Ciater, dekat gerbang Tangkuban Parahu. Baru tersadar kalau saat itu malam Jumat Kliwon. Hujan rintik saya ngeri lihat spion takut kelihatan ada yang bonceng," ujarnya.

"Touring Cinta" lainnya adalah ke Pangandaran sampai lanjut ke pantai di Cilacap.

Budi Santosa dan Lina Safarina (doc. pribadi Lina Safarina)

2 dari 6 Halaman

"Ditinggalin suami ngebut waktu ngelewatin jembatan Rajamandala. Malem-malem mana gelap terus ga ada kendaraan lain. Itu yang kebayang-kebayang."

Sayangnya 18 Februari 2002, Ninja RR miliknya hilang dicuri di rumah. Namun ia masih bersyukur motor suami tidak ikut terbawa.

"Saya kenal suami 3 bulan kmudian kami menikah, dan baru tahu kalau suami juga sama penggemar Vespa, jadi bersyukur deh bisa se-hobby senang motor 2-tak," kata dia.

Kini setelah tidak ada Ninja 2-tak, Lina dan suami mengandalkan Vespa yang selalu setia menemani ke berbagai tempat yang berdua sukai.

Budi Santosa dan Lina Safarina (doc. pribadi Lina Safarina)

3 dari 6 Halaman

Riding Vespa bareng suami

Dasarnya memang cinta Vespa sejak kecil. Di akhir pekan Ia kerap menghabiskan waktu untuk mengendarai Vespa bareng suami ke mana pun ia suka. Keduanya memang hobi Vespa sejak kecil.

Daerah Bandung dan sekitarnya dengan pemandangan sejuk dan segar menjadi favoritnya kala membesut skuter klasik miliknya. Sejak pagi buta Lina dan suami sudah siap-siap riding Vespa.

"Vespaan sejak lama selalu berdua suami. Lebih santai karena kita hobby. Berangkat selepas subuh buat nikmatin mentari pagi di jalan. Enak juga karena bisa berhentii di mana kita mau. Seringnya sih nikmatin perkebunan teh yang ada di Bandung Selatan atau tempat yang belum pernah kita datengin. Kadang cuma ke arah Dago Pakar, lihat Bandung dari ketinggian cuma ngopi dan jajan gorengan," kata pemakai Vespa PX 200 Spartan ini.

Budi Santosa dan Lina Safarina (doc. pribadi Lina Safarina) 

4 dari 6 Halaman

Bersama Vespa Lina punya banyak kisah unik. Misalnya dia sempat tertinggal rombongan di hutan gelap sendirian. Kabarnya hutan tersebut angker, sehingga membuat nyali Lina sempat ciut.

Tak pikir lama, Lina langsung memacu kuda besinya dan menghilangkan pikiran buruk untuk mengejar suami dan teman Vespa yang lain di depan. Sampai akhirnya bertemu rombongan yang telah menunggunya.

"Saat touring sama temen Vespa, masuk dari Ciwidey-Cidaun-Ranca Buaya-Pantai Cipatujah Tasikmalaya, saya terpisah sendirian di hutan sancang Garut. Hutan ini terkenal angker. Dua Vespa di depan gak kekejar. Pas di tikungan langsung gelap gulita gak ada orng lain. Mana HP gak ada sinyal. Balik arah gak bisa. Tapi ternyata suami dan yang sudah nungguin, karena ada juga Vespa teman yang trouble. Untung ada warung yang buka. Pengen nangis bener deh," paparnya.

Budi Santosa dan Lina Safarina (doc. pribadi Lina Safarina)

 

5 dari 6 Halaman

Meski sehari-hari naik Vespa, touring terjauh yang pernah dilakukan adalah ke Yogyakarta dengan Vespa Excel. Tentu saja Lina menikmati perjalanan bareng seuami tercinta.

"Waktu itu tahun 2012, pas rayain ulang tahun pernikahan ke 22 tahun. Dengan kondisi Vespa Excel sehernya sudah bermasalah sejak keluar Bandung karena baru dikorter. Entah berapa kali macet, padahal perjalanan ke Kaliurang, Gunung Kidul. Harus jalan malam, capek dan ngantuk. Seharian habis muter-muter, langsung balik ke Bandung," ujarnya

Meski bersama suami mengoleksi 9 Vespa, Lina tetap jatuh cinta dengan PX 200 Spartan. Ia beralasan motor tersebut sedah sehati dan enak dikendarai. "Suka tipe PX Series, dan sejak 4 tahun lalu sampai sekarang sudah fanatik dan cinta PX 200 Spartan. Performanya beda sama yang lain karena ini 200cc, jadi lebih enak kalau dipakai nanjak," ungkapnya.

 

6 dari 6 Halaman

Sembilan Vespa yang menjadi koleksinya di antaranya, Vespa PXE, VBB, Super 66, Sprint, Exclusive, Excel, PXE tahun 86 sama Excel tahuun 1997 silver.

"Kalau obsesi saat ini saya pengin 'Mapay Pantai', riding berdua suami ke pantai di jalur selatan Jawa barat. Semoga diberi kesehatan, juga rezeki, apalagi usaia saya sudah gak muda lagi. Tapi tetap masih semangat kok Vespaan," pungkasnya.

 

BERI KOMENTAR