HOME » BERITA » KISAH MENARIK DI BALIK PEMBUATAN ROYAL ENFIELD HIMALAYAN

Kisah Menarik di Balik Pembuatan Royal Enfield Himalayan

Saat motor ini didesain, aspeknya mencakup masukan dari para desainer sendiri, para pengguna, blogger, dan lainnya sebagainya.

Kamis, 26 Juli 2018 17:45 Editor : Cornelius Candra
Foto: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Sepeda motor adventure Royal Enfield Himalayan yang terinspirasi dari perjalanan di Himalaya selama 60 tahun terakhir akhirnya diboyong ke Bromo pada 24-26 Juli 2018

Bukan cuma buat dites, motor ini pun diceritakan langsung oleh si pembuatnya Anuj Dua, Head of Product Strategy, Royal Enfield India yang terbang langsung ke Indonesia.

Dia cerita waktu bikin motor 411 cc yang konon berbanderol Rp 93 juta ini, dia kumpulkan banyak masukan dari banyak orang. Masukan itu bukan cuma dari mereka yang berada di bagian pengembangan, tetapi juga para pembeli.

"Saat motor ini didesain, aspeknya mencakup masukan dari para desainer sendiri, para pengguna, blogger, dan lainnya sebagainya," kata dia.

Pada dasarnya, kata dia, motor ini memang didesain untuk berkendara di gunung. Namun secara detail, ia mendapatkan banyak masukan tentang seperti apa motor yang ideal ini.

"Aspek-aspek itu sendiri adalah bisa pergi ke mana saja, adventure, fungsional, touring," ujarnya.

Satu motor dengan segala masukan, setidaknya dia akhirnya mempertimbangkan semua itu untuk akhirnya dituangkan ke sketsa.

Beres dengan sketsa, desain motor pun digarap lebih lanjut. Finalisasinya adalah menyediakan opsi untuk dipilih oleh para penyumbang masukan tadi.

"Akhirnya semua rancangan dibuat diperlihatkan ke banyak pihak termasuk konsumen dan terpilihlah model opsi 1," ujarnya.

Model opsi satu itu adalah Royal Enfield Himalayan yang sekarang diperlihatkan di dunia termasuk di Indonesia. Karena punya banyak masukan tadi, motor ini diciptakan bukan cuma untuk di gunung tetapi juga di jalan raya.

"Makanya memenuhi aspek realibility dan memenuhi aspek running cost. Ini penting sekali belakangan," lanjutnya.

Ia merancang sedemikian rupa agar motor ini lebih halus saat pergantian gigi.

"Handling dan suspensinya juga sudah dites tidak hanya di kami di India tetapi juga bagian riset dan pengembangan di Inggris," ujarnya.

Mesinnya sendiri bertipe LS410 satu silinder 4-tak dengan model stroke panjang 78 mm x 86 mm, dan maximum power-nya 24,5 bhp @ 6500 rpm dengan torsi 32 Nm @ 4.250 rpm.

Royal Enfield Himalayan menggunakan monoschok supaya roda tetap kontak dengan medan jalan. Lalu rangkanya memanfaatkan half-duplex split cradle frame yang dibuat secara robotik.

Lantas supaya nyaman, rancangan posisi duduk pengendara dekat dengan posisi sentral sepeda motor. Ini supaya rasanya bisa lebih terkoneksi dengan motor dan mendapatkan handling yang responsif

Sementara itu, jarak bodi ke tanah 220 mm, roda depan menggunakan velg 21 inci sementara belakang 17 inci, dan knalpot ke atas supaya motor bisa ke sungai-sungai yang agak dalam.

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR