HOME » BERITA » KISAH PEJALAN KAKI TEMPUH 372 KM DEMI PULANG KAMPUNG, MENINGGAL TERINFEKSI COVID-19

Kisah Pejalan Kaki Tempuh 372 Km demi Pulang Kampung, Meninggal Terinfeksi COVID-19

Seorang laki-laki di Johor berjalan kaki demi pulang kampung saat sudah tak memiliki pekerjaan. Tapi dia tak pernah sampai rumahnya di Kuala Terengganu, karena terinfeksi COVID-19 dan meninggal di pinggir jalan.

Sabtu, 16 Mei 2020 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kisah Pejalan Kaki Tempuh 372 Km demi Pulang Kampung, Meninggal Terinfeksi COVID-19
Pemakaman laki-laki yang berjalan kaki demi pulang kampung (Facebook/Info Kemalangan Jalan Raya)

OTOSIA.COM - Pandemi virus Corona (COVID-19) tak kunjung mereda. Hampir semua negara sedang berjuang melawan virus mematikan berasal ari Wuhan, China.

Banyak orang pun harus kehilangan pekerjaan akibat di beberapa negara sudah melakukan lockdown. Dan karena itu pula mereka harus kembali ke kampung halaman karena tak memiliki pegangan di tempat rantau.

Sementara itu, jalur transportasi umum tak beroperasi ketika lockdown. Sehingga membuat beberapa orang terpaksa berjalan kaki untuk pulang. Itulah yang dialami seorang laki-laki di Malaysa.

1 dari 2 Halaman

Dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, laki-laki yang bekerja sebagai penjaga keamanan di Johor itu dipecat. Dia pun memutuskan pulang kampung kampung ke Kuala Terengganu karena menganggur.

Dalam keadaan lockdown, tak ada transportasi umum. Dia memutuskan jalan kaki ke Kuala Terengganu yang berjarak 372 kilometer dari Johor.

Namun sayangnya, seperti diberitakan Berita Harian, laki-laki itu tak pernah sampai di rumahnya, di Terengganu. Menurut Harian Metro, laki-laki itu ditemukan di pinggir jalan Muadzam Shah, Pahang, Malaysia.

2 dari 2 Halaman

World of Buzz

Dia ditemukan sudah tak bernyawa. Kematiannya yang tiba-tiba dan ditemukan di tepi jalan membuat jenazahnya harus diotopsi. Hasil dari otopsi menyebut bahwa laki-laki itu positif COVID-19.

Maka, dia harus dikuburkan sesuai prosedur penanganan kematian akibat COVID-19. Mirisnya, keluarga tak sanggup membayar biaya sekitar Rp 5 juta. Kabar baiknya, pihak Skuad Pengurusan Jenazah Malaysia memberi keringanan kepada keluarga itu.

BERI KOMENTAR