HOME » BERITA » KISAH SOPIR KOCAK HADAPI POCONG DAN HANTU MIRIP PRAMUGARI

Kisah Sopir Kocak Hadapi Pocong dan Hantu Mirip Pramugari

Menjadi sopir selama 25 tahun lebih, Yudha punya segudang cerita, termasuk menghadapi jin berwujud pramugari dan pocong saat di jalan dan beristirahat di mobil.

Jum'at, 09 Oktober 2020 21:15 Editor : Nazarudin Ray
Kisah Sopir Kocak Hadapi Pocong dan Hantu Mirip Pramugari
Ilustrasi foto hantu berpakaian pengantin di dalam mobil (bulbapp.com)

OTOSIA.COM - Pengalaman 25 tahun menjadi seorang sopir pastilah sarat cerita. Begitulah yang dirasakan Yudha (47), seorang sopir yang mengaku sudah pernah mengemudikan berbagai kendaraan, dari truk, forklift, sampai mesin giling.

Usia 47 tahun tentu terbilang muda jika pengalaman mengemudinya sudah seperempat abad sendiri. Yudha sendiri sudah mahir mengemudi sejak SMP. Lalu karena ingin cepat bisa cari duit sendiri, ia memutuskan menjadi sopir selepas SMA di tahun 1992, alih-alih kuliah seperti teman SMA-nya yang lain.

Satu cerita menarik disampaikannya. Di tahun 1995, Yudha diterima bekerja di salah satu maspakai penerbangan nasional untuk mengantar pilot dan pramugari.

1 dari 4 Halaman

Namanya mengantar pilot dan pramugari, pastinya perjalanan sering dilakukan pada saat dinihari atau menjelang subuh. Tak pelak, kadang lokasi penjemputan berada di pinggiran Jakarta, yang kala itu belum seramai sekarang.

Suatu kali, agar ia tidak telat menjemput pramugari di daerah Taman Mini, Jakarta Timur, Yudha pun menginap di rumah kawannya di Lubang Buaya.

Menggunakan Mitsubishi L300, Yudha berangkat sekitar pukul 01.00 WIB. Manakala melalui perempatan Taman Mini yang kini sudah menjadi Taman Mini Square, Yudha sekilas melihat sosok mirip pramugari dari kaca spion tengah. Artinya, sosok itu duduk di bangku baris kedua.

Sadar akan pandangannya, Yudha coba menenangkan diri. Dia coba meyakinkan diri bahwa ini hanya halusinasi. Mungkin karena lelah kurang tidur. Namun, tak lama terdengat bunyi handel pintu dimainkan.

 

2 dari 4 Halaman

Yudha menengok ke belakang. Ternyata tidak ada siapa-siapa. Saat melaju di terowongan Taman Mini arah Ciracas, bunyi handel makin keras. Tiba-tiba, pintu langsung terbuka. Ia kemudian menepi dan menutup pintu. Namun dasar suka guyon, Yudha melontarkan kata-kata ke sekitar.

"Eh setan, jangan ganggu gue aje. Gue lagi cari duit halal. Kalau mau numpang, bayar! Emangnya bensin punya nenek moyang lo. Udah sana pergi. Jangan ganggu-ganggu. Kalau mau ikut terbang, beli tiket!" kata dia waktu itu.

Usai melontarkan kata-kata tersebut, gangguan tadi tidak lagi muncul. Sambil membaca doa, dia melanjutkan perjalanan. "Mungkin itu jin. Jin kan bisa berubah bentuk seperti apa saja, termasuk berwujud wanita cantik," ucapnya.

 

3 dari 4 Halaman

Pocong

Itu baru satu cerita. Ada kisah lain saat ia menjemput seorang pilot tidak jauh dari Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Di wilayah yang dekat dengan pemakaman itu, pocong tiba-tiba muncul dari jendela kanan mobilnya.

"Saya lagi cari tempat enak, kemudian parkir. Lagi asik-asik dengerin musik, kaca kayak ada yang ngetok. Saya liat, muncul pocong. Kaget dan reflek, saya ketok balik kaca," kata dia.

Yudha bercerita, wajah pocong itu sangat hitam, seperti korban kebakaran. Hanya mata melototnya yang terlihat. Namun, penampakannya tidak lama, hanya sampai Yudha menggebrak balik kaca.

"Habis saya gebrak, dia cepat hilang. Sekelebatan dia lewat kaca depan. Habis itu saya keluar ngerokok buat hilangin tegang. Habis baca-baca, saya ngomong. Kalau muke elo ganteng enggak apa-apa nongolin muka. Uda jelek, gosong, iseng aja lo. Ke salon dulu kalau mau ketemu gue," kata Yudha tertawa, seraya bilang kalau dia tak pernah cerita ke pramuagari atau pilot soal kisah-kisah yang baru dialaminya karena khawatir mereka jadi takut.

 

4 dari 4 Halaman

Tubuh tak utuh

Pria berperawakan gemuk ini kini bekerja sebagai sopir mobil boks pengantar suku cadang otomotif hingga mesin pabrik buatan Jerman. Lebih dari 10 tahun Yudha bekerja di perusahaan Jerman ini sebagai sopir barang.

Kantornya berada di kawasan industri Marunda, Jakarta Utara. Jalur Cilincing-Cakung yang dikenal sangat rawan kecelakaan. Hampir setiap hari terjadi kecelakaan, terutama yang melibatkan sepeda motor dan truk besar.

Satu peritiwa yang pernah dialaminya adalah melihat penyeberang jalan yang kondisi tubuhnya tidak utuh. Kejadiannya menjelang maghrib saat ia hendak memulangkan mobil ke kantor.

"Di depan tiba-tiba ada orang nyeberang. Sepintas kayak orang biasa. Tapi kalau diperhatiin lagi, badannya kayak enggak utuh. Pas sudah lewat, penasaran lihat lagi lewat spion, eh kok enggak ada," kata dia.

Banyak menghabiskan waktu di jalan, Yudha menitipkan pesan kepada sopir-sopir muda untuk tetap tenang dan berdoa kalau mengalami cerita-cerita seperti di atas.

"Bawa tenang dan berdoa, dan sholat kalau muslim. Jangan bawa perasaan takut, nanti malah bahaya kalau mengemudi, bisa kecelakaan. Hadapi aja dengan bercanda-canda, jangan tegang. Insya Allah kita dapat menjalankan tugas sebagai sopir dengan baik," kata dia.

 

BERI KOMENTAR