HOME » BERITA » KLAIM ASURANSI MOBIL OVER KREDIT BISA DITOLAK, KOK BISA?

Klaim Asuransi Mobil Over Kredit Bisa Ditolak, Kok Bisa?

Klaim asuransi mobil over kredit akan ditolak jika pemilik kedua tidak melapor ke pihak leasing dan perusahaan asuransi.

Kamis, 30 Juli 2020 15:15 Editor : Nazarudin Ray
Klaim Asuransi Mobil Over Kredit Bisa Ditolak, Kok Bisa?
Ilustrasi mobil berpindah tangan (moneycrashers.com)

OTOSIA.COM - Memiliki mobil mungkin impian banyak orang dari berbagai kalangan. Ada yang membelinya dengan tunai, sebagian lagi memilih secara kredit.

Namun ada pula yang mengambil dengan cara dengan over kredit. Artinya pembeli mengambil alih sisa utang ataupun kredit dari pihak penjual sehingga pihak penjual tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar cicilan karena sudah dialihkan kepada pihak pembeli. Dengan kata lain, pihak pembeli yang meneruskan sisa cicilan dari mobil penjual.

Jika mobil sudah over kredit, bagaimana dengan asuransinya? Menurut Communication & Costumer Service Management Asuransi Astra, L Iwan Pranoto, jika mobil berikut sisa angsuran berpindah tangan, akan lebih aman sebaiknya pemilik baru segera melapor ke pihak leasing lebih dulu.

"Setelah itu memberitahu ke pihak asuransi yang mengikat kredit mobil tersebut untuk menginfokan bahwa adanya perubahan kepemilikan pada mobil tersebut," ujarnya.

1 dari 2 Halaman

Melapor ke pihak asuransi penting karena jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, mau tak mau pembeli kedualah yang harus menanggung semua biaya risiko yang terjadi dan pihak asuransi tidak dapat membantu segala bentuk kerugian pada mobil.

Mengapa demikian? Sebab asuransi mobil tersebut masih atas nama pemilik yang pertama, sehingga klaim berisiko ditolak asuransi.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), Bab IV pasal 10 yang berbunyi:

"Apabila Kendaraan Bermotor dan/atau kepentingan yang dipertanggungjawabkan beralih kepemilikannya dengan cara apapun, Polis ini berakhir dengan sendirinya setelah 10 (sepuluh) hari kalender sejak tanggal pengalihan kepemilikan tersebut, kecuali apabila Penanggung memberikan persetujuan secara tertulis untuk melanjutkan pertanggungan."

2 dari 2 Halaman

Jadi, jika ingin mengambil over kredit mobil, jangan lupa melapor ke pihak asuransi mobil yang dipindahtangankan seusai laporan ke pihak leasing.

Pasalnya tidak sedikit kasus orang-orang yang beranggapan bahwa tidak perlu lapor ke pihak asuransi sesudah membeli mobil over kredit. Mengapa sangat penting untuk segera lapor, hal ini membuat Anda sebagai pemilik kedua akan terhindar dari risiko tertolaknya klaim dari pihak asuransi jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.

BERI KOMENTAR