HOME » BERITA » KOMJEN LISTYO SIGIT BERNIAT HENTIKAN TILANG FISIK, INI RAGAM CERITA WARGA HADAPI POLANTAS DI JALAN

Komjen Listyo Sigit Berniat Hentikan Tilang Fisik, Ini Ragam Cerita Warga Hadapi Polantas di Jalan

Sebagian besar masyarakat setuju dengan rencana Komjen Listyo Sigit

Sabtu, 23 Januari 2021 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Komjen Listyo Sigit Berniat Hentikan Tilang Fisik, Ini Ragam Cerita Warga Hadapi Polantas di Jalan
Operasi Zebra Jaya 2020. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

OTOSIA.COM - Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo berencana untuk menghentikan penilangan fisik oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas). Sebagai gantinya, kepolisian akan mengoptimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Tujuan dari hal ini adalah menghilangkan praktik pungutan liar (pungli) atau proses menyuap oleh pelanggar kepada Polantas.

Lantas apa tanggapan masyarakat terkait rencana tersebut? Ternyata sebagian besar setuju dengan rencana Sigit ini.

1 dari 7 Halaman

Merdeka.com

Pengemudi ojek online di Jakarta Selatan, Arif (23) menyambut baik rencana Sigit itu. Kata dia, cara itu bisa menutup celah Polisi yang kerap memeras pengendara dengan nominal yang tidak masuk akal.

"Saya sih setuju ya soalnya terkadang tidak jelas, tiba-tiba ditilang. Uang damai yang diminta juga besar, jadi ya sama saja. Lebih baik ikuti proses hukum saja lah," kata Arif kepada merdeka.com (22/1).

Arif yang merupakan warga asli Jawa Tengah itu berharap, ke depan, sistem ETLE bisa segera direalisasikan di seluruh daerah agar. Untuk daerah tempat kelahirannya sendiri, Arif mengatakan, ETLE sudah diberlakukan.

"Saya aslinya orang Purbalingga, di sana sih sudah mulai diberlakukan juga ya. Saya sempat pulang kampung pas lebaran tahun kemarin nah itu sudah ada e-tilang," kata dia.

"Semoga dipasang di semua jalan ya, setahu saya belum semuanya," lanjut Arif.

2 dari 7 Halaman

Seperti yang diketahui, ETLE bukan hanya sudah diberlakukan di Jakarta saja, di Purbalingga sudah dimulai sejak bulan Maret 2020, meskipun CCTV dipasang secara bertahap, tidak langsung di seluruh ruas jalan.

Pada bulan Mei hanya di Pasang di simpang empat di depan Mapolres Purbalingga. Sementara itu pada bulan Mei, jalan Mayjen Sungkono juga sudah dipasang camera CCTV ETLE.

Selain di DKI Jakarta, ETLE memang sudah diterapkan di kota-kota besar lainnya seperti di Solo, Surabaya, dan Klaten.

3 dari 7 Halaman

Liputan6.com

Senada dengan Arif, seorang pengajar di Jakarta, Rena (bukan nama sebenarnya), mengaku setuju dengan rencana Komjen Sigit itu. Menurutnya, sebagian Polantas yang melakukan penilangan hanya untuk mencari pundi-pundi rupiah saja.

Dia bahkan punya pengalaman buruk menghadapi polisi di jalan. Dia bercerita, pernah ditilang di jalan, namun Polantas tersebut secara terang-terangan meminta ?uang damai?.

4 dari 7 Halaman

Padahal, dia meminta Polantas tersebut untuk menilang dirinya jika memang melanggar aturan lalu lintas.

"Ini kejadian 4 tahun lalu, tapi saya masih ingat ya. Waktu itu saya baru pulang, tiba-tiba ada polisi yang menilang saya, saya dibilang melewati garis pembatas. Ya sudah, saya bilang tilang saja. Tapi polisi itu malah nawarin saya untuk berdamai. Saya bilang karena menurut bapak saya salah, ya sudah saya ikuti proses hukumnya,? kata Renatha bercerita.

Celakanya, polisi itu malah membujuknya untuk berdamai. Bahkan, polisi tersebut memberikan kode agar berdamai saja.

?Dia sampai nanya ke saya 'ibu berapa lama sih tinggal di Indonesia? Masa nggak ngerti juga' hahaha (tertawa). Mungkin karena perawakan dan nama saya masih bule sekali ya. Padahal kan tahu saya sudah tinggal di Indonesia puluhan tahun," lanjut dia bercerita kepada merdeka.com, Jumat (22/1).

5 dari 7 Halaman

Merdeka.com

Sementara itu, salah satu warga asal Serpong, Tangerang mengaku setuju dengan rencana Komjen Sigit ini. Namun, dia meninggalkan beberapa catatan penting.

"Setuju sih saya, bagus itu, biar tidak ada lagi oknum-oknum polisi yang nakal. Tapi kalau ETLE mau diterapkan 100 persen ya harus dipastikan fasilitasnya terpasang di seluruh jalan ya," kata Yoga saat dihubungi merdeka.com, Jumat (22/1).

6 dari 7 Halaman

Pria yang akrab disapa Agoy ini juga berharap, agar tidak ada lagi kasus salah tilang menggunakan ETLE. Dia mengaku pernah beberapa kali membaca berita mengenai orang-orang yang mendapatkan surat tilang di rumahnya, namun ternyata bukan kendaraannya yang ditilang.

"Kan sempat ramai tuh di Twitter, yang pada cerita dapat surat tilang, tapi ternyata pelat mobilnya beda atau ternyata salah orang lah. Temannya teman kantor saya juga pernah kaya gitu. Ya semoga saja enggak kejadian lagi," harap dia.

7 dari 7 Halaman

Seperti yang diketahui, kasus salah tilang dengan ETLE memang sempat ramai beberapa waktu lalu. Ada beberapa kejadian di mana pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera CCTV ternyata menggunakan pelat nomor palsu untuk mengelabui kamera pengawas ETLE.

Alhasil yang mendapatkan surat tilang bukanlah pelanggar sesungguhnya atau orang yang mempunyai pelat nomor sama dengan yang tertangkap kamera ETLE.

Penulis: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR