HOME » BERITA » KOMPONEN E-AXLE BUKA PELUANG LAHIRNYA MEREK BARU MOBIL LISTRIK

Komponen e-axle Buka Peluang Lahirnya Merek Baru Mobil Listrik

Komponen penggerak modular mobil listrik bernama e-axle menjadi peluang baru bagi vendor untuk memasoknya ke produsen mobil.

Senin, 09 Agustus 2021 10:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Komponen e-axle Buka Peluang Lahirnya Merek Baru Mobil Listrik
Ilustrasi komponen mobil listrik. (Hyundai via paultan.org)

OTOSIA.COM - Sebelum mobil listrik populer, membuat sebuah kendaraan lebih banyak dilakukan secara eksklusif oleh pabrikan otomotif. Di antaranya pembuatan mesin, transmisi, dan komponen-komponen lainnya.

Sejalan dengan popularitas kendaraan listrik yang meninggi, muncul peluang baru bagi perusahaan pemasok komponen untuk ikut berbisnis di pasar mobil listrik.

1 dari 3 Halaman

Sebab, ada satu komponen penggerak modular bernama e-axle yang punya peruntukan penting buat mobil listrik. Komponen e-axle sendiri terdiri dari motor listrik, transmisi dan part lain yang menjadi satu kesatuan.

Bentuk e-axle (Nidec via paultan.org)

Mengutip paultan.org, Rabu (4/8/2021), perusahaan yang dulunya menjadi vendor komponen mesin, kini melirik peluang baru itu untuk memproduksi e-axle itu.

2 dari 3 Halaman

Contohnya adalah Hyundai yang melego e-axle dari salah satu supplier Amerika Serikat, Borgwaner yang kemudian dipakai pada salah satu mobil kompak listrik mereka. Sementara perusahaan komponen lainnya, Jatco, yang sebelumnya memproduksi transmisi otomatis, ikut-ikutan menjadi pemasok e-axle untuk Nissan dan merek lain pada tahun 2025 mendatang.

Meski produsen otomotif mampu mengembangkan mesin mobil listrik, namun untuk e-axle mereka tetap bergantung pada pasokan vendor. 

 

3 dari 3 Halaman

Selain itu e-axle membuka peluang baru bagi lahirnya merek-merek baru kendaraan listrik di luar pemain utama.

Salah satu merek baru itu adalah Nidec yang berasal dari Jepang. Mereka telah membuat pabrik e-axle baru di Cina dan sudah mulai mengirim produknya ke pabrikan otomotif besar seperti ke Guangzhou Automobile Group (GAC) dan Geely.

BERI KOMENTAR