HOME » BERITA » KONSEP ISUZU PANTHER BARU KANDAS, INI PENYEBABNYA

Konsep Isuzu Panther Baru Kandas, Ini Penyebabnya

Isuzu Indonesia mengurungkan niatnya untuk mengembangkan generasi terbaru Panther, apa penyebabnya?

Selasa, 29 Januari 2019 17:15 Editor : Cornelius Candra
Isuzu Panther (Isuzu Indonesia)

OTOSIA.COM - Pada tahun 2016 silam, Isuzu Indonesia pernah menampilkan desain Panther generasi terbaru. Sayangnya, pengembangan mobil MPV medium ini diurungkan lantaran kondisi pasar. Bahkan, penjualan Isuzu Panther selama beberapa bulan belakangan cenderung melorot.

Manufaktur yang bermarkas di Sunter ini, menilai minat masyarakat cenderung pada low MPV dan SUV. Sementara Isuzu hanya punya MU-X dan D-Max yang bertahan di pasar itu. Jadi Panther generasi baru yang sempat digaungkan harus batal.

€œSebetulnya kami pernah punya blueprint dan desain gambar Panther baru pada 2016. Namun belakangan, tren medium MPV turun terus. Sekarang bahkan beralih ke SUV dan low MPV yang berkembang. Maka secara alami, penjualan Panther turun,€ terang Attias Asril, GM Marketing Division Isuzu Indonesia, usai merilis Giga tractor head di Senayan.

Titik nadir Panther pun diprediksi tinggal beberapa tahun saja. Sebab Panther yang kini masih Euro 2 harus terganjal regulasi. Pemerintah mencanangkan Euro 4 diesel berlaku pada 2021. €œDua poin ini yang kami pertimbangkan. Tren pasar dan regulasi. Kalau dengan mesin baru dan market MPV cenderung turun, jujur akan berat. Soalnya sudah pasti butuh investasi yang tinggi sekali. Kalau direalisasikan (model baru, Red) kasarnya harga Panther bisa di atas SUV. Jadi sangat tidak visible dengan situasi yang akan kami hadapi,€ tambah Asril.

Batalnya generasi baru, lanjut Asril, lebih ke arah perhitungan bisnis. Sampai hari ini Panther terus dijual, mungkin hingga regulasi Euro 4 berlaku. €œKalau kami tak punya mesin barunya bisa berhenti. Lagi-lagi kalau soal mesin, Isuzu basisnya kendaraan komersial. Sedangkan pada kendaraan penumpang, prinsipal kami lebih fokus pada SUV seperti MU-X,€ imbuhnya.

Direktur Marketing LCV PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Joen Budi Putra juga angkat bicara soal Panther. Ia menganggap unit tetap diminati konsumen setia. Sebab tak sedikit konsumen sudah memahami ragam keunggulannya. "Selama kami berinteraksi dengan konsumen, kebanyakan mereka puas dengan produk. Isuzu Panther sudah melegenda. Keunggulannya banyak, sepeti mesin tahan banting, bertenaga, murah perawatannya dan tak rewel. Tapi market turun," ungkapnya.

Menghadapi kondisi pasar mobil Indonesia saat ini, Isuzu menerapkan target realistis untuk penjualan retail Panther, dari 2.078 unit menjadi 1.700 unit saja. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa mobil MPV itu nantinya akan disuntik mati.

Sumber: Oto.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR