HOME » BERITA » KONSUMEN YANG MENDADAK BATALKAN PESANAN MAKANAN LEWAT OJOL BISA DIPENJARA 6 TAHUN

Konsumen yang Mendadak Batalkan Pesanan Makanan Lewat Ojol Bisa Dipenjara 6 Tahun

Tindakan tegas bagi yang suka mengerjai driver ojek online akan dilakukan di Filipina. Konsumen nakal bisa dikenai penjara 6 tahun atau denda Rp2,8 juta.

Jum'at, 12 Juni 2020 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Konsumen yang Mendadak Batalkan Pesanan Makanan Lewat Ojol Bisa Dipenjara 6 Tahun
Ilustrasi antar pesanan (Instagram/grabid)

OTOSIA.COM - Membeli makanan atau berbelanja dari rumah kini lebih mudah. Berbagai penyedia layanan transportasi berbasis online pun memiliki layanan pesan antar itu.

Maka tak heran, ojek online tak hanya mengangkut penumpang. Mereka juga bisa membantu membelikan makanan bahkan berbelanja di supermarket. Tentu saja layanan itu mempermudah di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Tapi sayangnya, konsumen nakal masih ada. Tak jarang ditemui insiden pembatalan atau cancel tiba-tiba padahal pesanan sudah terlanjur dibelikan. Tentu saja hal itu merugikan driver ojol atau penyedia layanan pesan antar lainnya.

1 dari 1 Halaman

Dilansir dari World of Buzz, CNN melaporkan bahwa konsumen nakal seperti itu di FIlipina akan mendapatkan sanksi tegas. AKO Bicol Party-List Rep. Alfredo Garbin sudah mengajukan UU Layanan pengiriman Makanan dan Bahan Makanan, yang melarang pembatalan transaksi dari penyedia layanan pengiriman makanan dan bahan makanan saat driver telah mengajukan pembayaran untuk barang atau barang sudah diterima ke pelanggan.

Garbin menjelaskan bahwa pelanggar akan mendapatkan hukuman setidaknya 6 tahun penjara. Mereka juga harus membayar denda PHP 100.000 atau Rp 2,8 jutaan (kurs PHP 1 = Rp 282) dan membayar tarif jasa pengiriman untuk nilai barang yang dipesan.

"Ini juga termasuk contoh di mana pelanggan memesan makanan atau bahan makanan untuk tujuan mengerjai atau mereka yang tidak memiliki niat tulus untuk benar-benar memakai layanan," kata Garbin kepada CNN Filipina.

BERI KOMENTAR