HOME » BERITA » KONTROVERSI FOTO YAMAHA NMAX FACELIFT, CUMA MODIFIKASI?

Kontroversi Foto Yamaha Nmax Facelift, Cuma Modifikasi?

Foto yang diduga Yamaha Nmax facelift di dealer resmi Yamaha ternyata cuma modifikasi.

Rabu, 10 Juli 2019 12:15 Editor : Cornelius Candra
Kontroversi Foto Yamaha Nmax Facelift, Cuma Modifikasi?
Motor yang disebut sebagai Yamaha Nmax facelift (Facebook.com/ Yamaha Merpati Motor)

OTOSIA.COM - Belum lama ini beredar bocoran foto yang diduga sebagai Yamaha Nmax facelift 2019. Gambar tersebut bahkan diunggah oleh dealer Yamaha Merpati Motor, Trenggalek, dalam akun facebook mereka.

Tentu hal ini memunculkan spekulasi bahwa PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) telah mengedarkan Yamaha Nmax facelift ke berbagai dealer sebelum dirilis. Kasus serupa pernah terjadi pada naked-bike Yamaha MT-15.

Memang sampai saat ini pihak Otosia.com masih belum mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait. Namun, kemungkinan besar motor tersebut bukan Yamaha Nmax facelift, melainkan hanyalah modifikasi.

Pasalnya, bentuk cover depan Yamaha Nmax ini sama persis dengan modifikasi yang dibuat salah satu bengkel di Probolinggo, Jawa Timur, Lent Automodified. Motor yang sama juga terunggah di akun instagram bengkel tersebut.

Sebelumnya, Otosia.com juga sempat membahas mengenai modifikasi Yamaha Nmax dari Lent Automodified, klik link di bawah untuk artikel lengkapnya:

Bukan Yamaha NMax Facelift, Ini Cuma Modifikasi

Selain itu, berdasarkan akun facebook mereka, Yamaha Merpati Motor juga menjual Yamaha Nmax yang sudah dimodifikasi baik menyeluruh maupun sekadar penggunaan windshield after-market.

1 dari 1 Halaman

Kembali Jadi Misteri

Kontroversi Foto Yamaha Nmax Facelift, Cuma Modifikasi?Kembali Jadi Misteri

Dengan demikian, Yamaha Nmax facelift kembali menjadi misteri. Segala informasi terkait skutik terlaris pabrikan berlogo garpu tala itu di Indonesia juga masih ditutup rapat oleh PT YIMM.

Satu-satunya bocoran adalah gambar yang diduga sebagai desain paten Yamaha Nmax facelift. Namun, PT YIMM tak memberi komentar terkait dokumen tersebut dan menyatakan bahwa mereka memiliki situs resmi sendiri.

BERI KOMENTAR