HOME » BERITA » KORBAN TEWAS DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS NAIK 40 PERSEN SAAT PSBB KETAT DKI JAKARTA

Korban Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas Naik 40 Persen saat PSBB Ketat DKI Jakarta

Angka kecelakaan selama PSBB ketat DKI Jakarta naik 1 persen. Sedangkan angka korban tewas dalam kecelakaan selama PSBB ketat DKI Jakarta meningkat 40 persen.

Jum'at, 02 Oktober 2020 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Korban Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas Naik 40 Persen saat PSBB Ketat DKI Jakarta
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas (Carscoops)

OTOSIA.COM - Terjadi peningkatan jumlah korban tewas dalam kecelakaan selama pemberlakukan PSBB ketat di DKI Jakarta. Polisi mencatat, peningkatan itu mencapai 40 persen.

"Terjadi peningkatan jumlah korban meninggal dui sebesar 40 persen atau 10 orang berbanding 14 orang," ternag Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (1/10/2020) dikutip dari Merdeka.com.

Sambodo merinci, perbandingan jumlah korban tewas akibat kecelakaan selama 14 hari periode PSBB transisi pada 31 Agustus 2020 sampai dengan 14 September 2020 sebanyak 10 orang. Sedangkan saat PSBB ketat, pada 14 September 2020 sampai dengan 27 September 2020, jumlah korban tewas mencapai 14 orang.

1 dari 2 Halaman

Kecelakaan Naik 1 Persen

Ditlantas Polda Metro Jaya juga mendata jumlah kecelakaan lalu lintas saat PSBB Jakarta meningkat satu persen dibanding periode PSBB Transisi atau 168 kasus berbanding 169 kasus.

Untuk jumlah pelanggaran lalu lintas, meningkat sebesar 6,43 persen pada sepekan (7-13 September 2020) PSBB Transisi atau 21.908 kasus berbanding periode PSBB Jakarta (14-20 September 2020) mencapai 23.316 kasus.

Sedangkan volume kendaraan selama satu pekan sebelum PSBB Jakarta dibanding sepekan setelah PSBB Jakarta menurun sebesar 18,19 persen hingga 21,45 persen.

2 dari 2 Halaman

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menuturkan mayoritas penyebab kecelakaan lalu lintas akibat kesalahan manusia, seperti kurang hati-hati serta kurang konsentrasi.

Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, Fahri mengungkapkan petugas gencar menyampaikan imbauan tertib lalu lintas melalui selebaran (leaflet) dan media sosial.

Selain itu, memotivasi masyarakat untuk taat aturan berlalu lintas dengan membentuk relawan lalu lintas, pembangunan monumen laka lantas dan deklarasi tertib lalu lintas.

Langkah lainnya merekayasa lalu lintas, seperti pemasangan speed trap , water barrier (MCB) dan rambu-rambu.

Petugas juga menerapkan penegakan hukum terhadap pelanggar aturan lalu lintas serta responsif menangani kedaruratan menangani kecelakaan.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR