HOME » BERITA » KRISIS, JAGUAR LAND ROVER AJUKAN PINJAMAN RP9,8 TRILIUN KE BANK CHINA

Krisis, Jaguar Land Rover Ajukan Pinjaman Rp9,8 Triliun ke Bank China

Krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19) juga dialami Jaguar Land Rover (JLR) China hingga membuatnya harus mengajukan pinjaman dengan nilai fantastis.

Selasa, 09 Juni 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Krisis, Jaguar Land Rover Ajukan Pinjaman Rp9,8 Triliun ke Bank China
Land Rover Defender (Car and Bike)

OTOSIA.COM - Industri otomtif juga turut terimbas krisis yang muncul setelah adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Salah satu yang mengalaminya adalah Jaguar Land Rover (JLR) China.

Dilansir dari Car and Bike, melalui Liputan6.com, JLR milik Tata Motors India itu pun kini secara resmi melakukan perjanjian pinjaman dengan bank China. Pinjaman yang diajukan sebesar USD 704,50 juta atau setara dengan Rp 9,8 triliun.

Wakil Presiden dan Kepala Keuangan JLR China, Arthur Yu mengatakan, beberapa bank China akan menyediakan pinjaman, seperti Bank of China, ICBC, China Construction Bank, Bank of Communications dan Shanghai Pudong Development Bank.

1 dari 1 Halaman

Dengan bantuan itu, JLR China berharap mampu mengelola keuangan dengan lebih baik selama krisis di masa pandemi. JLR China mengalai krisis setelah rantai pasokan dan penjualan mobil secara global mengalami penurunan signifikan. Khusus pasar Tiongkok, 25 persen hingga 30 persen dari penjualan global JLR berada di sini.

"Pinjaman ini dapat membantu JLR China mengelola aliran kas di tengah pandemi," kata Yu beberapa waktu lalu.

Memiliki kemitraan manufaktur di kota Changshu, China timur dengan Chery Automobile di Wuhu, JLR mengaku penjualan kendaraan di China di bulan April tak mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, Yu berharap pertumbuhan penjualan kendaraan mewah di bulan Mei mengalami peningkatan hingga akhir tahun ini.

BERI KOMENTAR