HOME » BERITA » KRONOLOGI ANAK TEWAS TERJATUH SAAT DIBONCENG IBUNYAI NAIK MOTOR KEJAR PENJAMBRET

Kronologi Anak Tewas Terjatuh saat Dibonceng Ibunyai Naik Motor Kejar Penjambret

Mengejar pelaku penjambretan, ibu dan anak ini alami kecelakaan motor

Jum'at, 26 Februari 2021 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Kronologi Anak Tewas Terjatuh saat Dibonceng Ibunyai Naik Motor Kejar Penjambret
Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Nasib nahas harus dialami oleh bocah laki-laki berumur tujuah tahun ini. Ia diduga meninggal dunia usai terjatuh ke dalam drainase berukuran besar di Jalan Ramin II Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kejadian tersebut terjadi saat ibunya mengejar penjambret yang merampas telepon seluler miliknya.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika sang ibu berinisial PR warga Jalan RTA Milono Gang Sampit menjadi korban penjambretan.

"Peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/2) sekitar pukul 13.50 WIB dan korbannya ada dua orang. Sang ibu mengalami luka-luka dan anaknya meninggal dunia," kata Jaladri di Palangka Raya, Jumat.

1 dari 4 Halaman

Sebelum kejadian, ia menjelaskan bahwa PR dan anaknya menjadi korban penjambretan oleh seorang pria yang tak dikenal.

Saat itu pula, korban bersama anaknya mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Nahas, saat berada di Jalan Ramin II persimpangan Jalan Nyai Undang, PR tiba-tiba lepas kendali hingga mengakibatkan ia bersama anaknya terjatuh ke dalam drainase.

"Kedua korban yang mengalami kecelakaan itu langsung dilarikan ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Sang ibu yaitu PR masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami sejumlah luka akibat benturan keras di lokasi kejadian," katanya.

2 dari 4 Halaman

Dia menuturkan, dalam perkara ini jajaran Polresta Palangka Raya mengembangkan penyelidikan peristiwa yang mengakibatkan seorang bocah meninggal dunia. Polisi setempat memintai keterangan sejumlah warga yang diduga mengetahui persis peristiwa yang menimpa anak dan ibu tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian bahwa ponsel milik korban berhasil dirampas oleh pelaku. Saat itu korban dan pelaku sempat melakukan aksi kejar-kejaran hingga mengakibatkan korban terjatuh ke dalam drainase," ungkap Jaladri.

3 dari 4 Halaman

Pihaknya juga sudah menghubungi keluarga korban. Kepolisian masih mengidentifikasi pelaku, juga terus melakukan penyelidikan agar perkara tersebut bisa terungkap.

"Semoga perkara ini segera terungkap dan pelakunya bisa kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," beber orang nomor satu di Jajaran Polresta Palangka Raya itu.

4 dari 4 Halaman

Sementara itu, Suparji warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian mengatakan, dirinya sempat mendengar suara teriakan wanita dari Jalan Ramin II. Saat itu motor yang dinaiki ibu dan anak tersebut masuk ke dalam drainase.

Melihat kejadian itu, warga langsung membantu ibu dan anaknya tersebut. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit. Saat diminta ponselnya untuk mengubungi keluarga, ternyata telepon genggamnya dibawa pelaku penjambretan.

"Kami mau pinjam ponsel korban untuk menelepon keluarganya, korban bilang kalau telepon selularnya diambil oleh pria yang sudah kabur. Kami melihat anak dia memang mengalami luka-luka akibat terjatuh tersebut," demikian Suparji.

Penulis: Eko Prasetya

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR