HOME » BERITA » KRONOLOGI INDONESIA TERANCAM GAGAL GELAR MOTOGP DAN WORLDSBK GARA-GARA TAK PATUH ATURAN DOPING

Kronologi Indonesia Terancam Gagal Gelar MotoGP dan WorldSBK Gara-gara Tak Patuh Aturan Doping

Menpora jelaskan kronologi lengkap Indonesia disebut tak patuh aturan doping hingga ancam gelaran MotoGP dan WorldSBK

Sabtu, 09 Oktober 2021 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kronologi Indonesia Terancam Gagal Gelar MotoGP dan WorldSBK Gara-gara Tak Patuh Aturan Doping
Fabio Quartararo (Instagram/@yamahamotogp)

OTOSIA.COM - Indonesia kini terancam gagal menggelar MotoGP dan WorldSBK. Hal ini merupakan buntut atas sanksi yang diberikan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada tiga negara, termasuk Indonesia.

Terkait kabar mengejutkan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali gerak cepat untuk memberikan klarifikasi soal klaim Indonesia tak patuh pada aturan doping.

1 dari 4 Halaman

Surat Teguran Kedua Kali

Sebenarnya WADA telah memberikan surat teguran pada September lalu, sayangnya respon dari Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dianggap belum memadai. Alhasil WADA kembali mengirimkan surat teguran pada 7 Oktober 2021 lalu.

Menurut Menpora Amali, hukuman ini dijatuhkan karena LADI tidak dapat mengirimkan jumlah sample sesuai dengan TDP (Test Doping Planning) karena olahraga terhenti akibat Pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 lalu.

"Ini yang menyebabkan berkurangnya jumlah sample yang dikirim ke Lab anti-doping di Qatar. Sedangkan untuk tahun 2021 masih akan diharapkan dari sample yang diambil saat PON XX Papua," ujar Menpora Amali saat memberikan keterangan pers secara virtual, Jumat (8/10).

"Ini lebih pada pengiriman sample. Karena pengiriman sample kita memang merencanakan akan memberikan sample pada tahun 2020," tambahnya.

2 dari 4 Halaman

Lebih lanjut, Amali menyebutkan jika kegiatan olahraga terhenti total saat pandemi COVID-19. Alhasil kegiatan pengambilan sample untuk anti-doping tidak bisa dilaksanakan.

Di sisi lain, sample waktu itu direncanakan by name para atlet. Padahal sejumlah atlet yang direncanakan untuk diambil sample urine sudah mengikuti kejuaraan di luar negeri, baik itu untuk olimpiade maupun single event.

"Sehingga itu menyulitkan (pengambilan sample). Sementara di dalam negeri juga tidak ada pertandingan-pertandingan itu," jelasnya.

3 dari 4 Halaman

Tak Khawatir

Meski begitu Amali mengaku tak khawatir atas teguran dan ancaman hukuman dari WADA. Sebab target sample bisa terpenuhi pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

"Nah itu dalam surat kami yang sudah dikirim tadi itu sudah dijelaskan PON masih berlangsung. Artinya dari PON ini kita bisa banyak sample dan apa yang sudah direncanakan itu, insya Allah akan terpenuhi," imbuhnya.

"Saya optimis kalau ini clear ya setelah kita komunikasi. Untuk tahun 2021 ini bisa terpenuhi dengan sample doping atau anti-doping yang diambil dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)," katanya lagi.

4 dari 4 Halaman

Menpora Amali juga menyinggung bahwa internal LADI sendiri baru saja melakukan pergantian kepengurusan. Bahkan dalam setahun ini saja sudah tiga kali pergantian.

"Jadi sekarang kita sampaikan LADI dan Pemerintah punya komitmen untuk mematuhi semua rule yang sudah disepakati. Tetapi kami juga menjelaskan tentang kendala yang dihadapi di dalam negeri sendiri itu," tutupnya.

BERI KOMENTAR