HOME » BERITA » KRONOLOGI JENAZAH TIM MEDIS YANG DITOLAK WARGA TERKAIT CORONA COVID-19

Kronologi Jenazah Tim Medis yang Ditolak Warga Terkait Corona COVID-19

Rencananya, jenazah perawat garda terdepan dalam melawan virus corona ini akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Timur. Sangat disayangkan, proses pemakaman Nuria Kurniasih harus ditahan lantaran warga setempat ajukan penolakan

Senin, 13 April 2020 14:30 Editor : Ahmad Muzaki
Kronologi Jenazah Tim Medis yang Ditolak Warga Terkait Corona COVID-19
tim medis. Instagram DakwahIslamid ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Seorang perawat meninggal usai menangani pasien positif Corona COVID-19, Kamis (9/4). Sebelumnya mendiang telah mendapatkan perawatan di ruang ICU RSUP Kariadi Semarang.

Melansir Merdeka.com, rencananya, jenazah perawat garda terdepan dalam melawan virus corona ini akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Timur. Sangat disayangkan, proses pemakaman Nuria Kurniasih harus ditahan lantaran warga setempat ajukan penolakan.

1 dari 11 Halaman

Penolakan oleh Warga

Humas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan dirinya sudah mengetahui warganya ada yang meninggal dunia. Pengurus RT juga telah berkoordinasi serta sepakat menerima pemakaman jenazah Nuria di Sewakul.

"Warga sudah menggali kubur, tapi tiba-tiba ada penolakan oleh sekelompok masyarakat. Padahal pihak warga serta RT tidak ada masalah," kata Alexander Gunawan.

2 dari 11 Halaman

Memindah Lokasi Pemakaman

Mengetahui proses pemakaman jenazah Nuria ditolak oleh warga, pihak keluarga lantas memindah lokasi pemakaman.

"Keluarga memutuskan pindah memakamkan di Bergota makam keluarga RS Kariadi Semarang. Karena almarhumah bertugas di sana," jelasnya.

3 dari 11 Halaman

Proses Pemulasaran Aman

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengaku prihatin dengan adanya insiden penolakan jenazah Covid-19 oleh warga. Perlu diketahui, proses pemulasaran dan pemakaman jenazah sudah aman secara medis dan akan dilakukan oleh petugas khusus.

"Jadi masyarakat tidak perlu kuatir yang berlebihan," ungkapnya.

4 dari 11 Halaman

Aa Gym Turut Prihatin

Insiden ini tak hanya menghebohkan di dunia medis saja. Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui penolakan yang dilakukan warga setempat terhadap proses pemakaman perawat yang terinfeksi virus corona (Covid-19). Bahkan, ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym turut prihatin dengan adanya insiden tersebut.

"Hati ini rasanya pediiih membaca tulisan para pejuang di garis depan yang mempertaruhkan nyawanya... Apa yang Sahabat rasakan ??," tulisnya dalam akun Twitter @aagym, Sabtu (11/4/2020).

5 dari 11 Halaman

PPNI Akan Menempuh Jalur Hukum

DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah akan menempuh jalur hukum terkait insiden penolakan pemakaman perawat RSUP dr Kariadi, Nuria Kurniasih. PPNI Jateng kini tengah mengumpulkan barang bukti sebagai pelengkap laporan.

"Kasihan kalau kita tidak mencari keadilan bisa menurunkan mental para pejuang kemanusiaan. Kita saat ini sedang meminta keterangan warga, serta mencari bukti dokumentasi terkait orang yang menjadi provokasi utama," kata Ketua DPW PPNI Jateng Edy Wuryanto di Semarang, Jumat (10/4).

6 dari 11 Halaman

Tidak Akan Terjadi Bila Tak Ada Provokator

Lebih lanjut, Edy Wuryanto mengungkapkan, insiden penolakan ini tidak akan terjadi jika tidak ada provokator. Sayangnya, aparat pemerintah yang hadir juga tidak bisa membendung warga dalam proses pemakaman tersebut.

"Bayangkan saja pemakaman dihadiri Wabup, Lurah, serta kepolisian setempat. Mereka semua tidak bisa menahan amarah warga yang akhirnya jenazah tertahan dan kembali RS Kariadi," jelasnya.

7 dari 11 Halaman

Ditolak Dua Kali

Tidak ada yang menyangka, jenazah perawat RSUP dr Kariadi, Nuria Kurniasih mengalami penolakan sebanyak dua kali pada Kamis siang. Akibatnya, dengan terpaksa jenazah dikembalikan lagi ke kamar jenazah RSUP dr. Kariadi.

Jenazah baru bisa dimakamkan pada Kamis malam di area pemakaman keluarga pegawai RSUP dr. Kariadi. Ketika melakukan perawatan jenazah juga sudah dipastikan oleh DPP PPNI bahwa sudah sesuai prosedur pemulasaran jenazah. Dengan prosedur tersebut diharapkan tidak ada penolakan dan memberikan stigma buruk terhadap jenazah.

8 dari 11 Halaman

Permintaan Maaf dari Pak RT

Karena adanya kesalahpahaman dari beberapa pihak, Purbo, Ketua RT 6 Dusun Sewakul, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang akhirnya meminta maaf kepada keluarga almarhum. Permintaan maaf tersebut disampaikannya bersama Edy Wuryanto, Ketua DPW PPNI Jawa Tengah di Kantor PPNI Jawa Tengah.

"Saya minta maaf kepada keluarga besar almarhumah yang sempat tidak jadi dimakamkan di Sewakul. Secara pribadi menyesal, saya mohon maaf sekali," ungkap Purbo, pada Jumat (10/4/).

Lebih lanjut Purbo juga menyatakan tengah menampung semua sara dan kritik dari para warga. Selanjutnya ia akan menyampaikannya ke perangkat desa.

"Saya tidak punya daya, kewajiban saya berkoordinasi ke perangkat desa saja. Saya juga meminta maaf kepada perawat seluruh Indonesia," tambahnya.

9 dari 11 Halaman

Pita Hitam Sebagai Ungkapan Bela Sungkawa

Insiden tidak mengenakan ini kemudian mendapatkan respon dan perhatian dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Sebagai bentuk bela sungkawa, para anggota PPNI mengenakan 'Pita Hitam di Lengan Kanan' saat bertugas. Gerakan tersebut terhitung mulai dari 10-16 April 2020.

"Beliau adalah salah satu perawat terbaik di RSUP dr. Kariadi Semarang. Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya sebagai Pahlawan Kemanusiaan atas komitmen dan dedikasinya selama memberikan pelayanan kesehatan di garda terdepan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk melawan pandemik Covid-19," tutur Edy Wuryanto selaku Ketua DPW PPNI Jawa Tengah.

10 dari 11 Halaman

Usut Tuntas Melalui Jalur Hukum

Tak hanya itu, pihak DPP PPNI juga memohon pada pemerintah, petugas kepolisian hingga naggita TNI untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan harkat martabat profesi perawat. Terutama dalam menangani kasus virus Covid-19 dan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Harif Fadhillah selaku Ketua Umum DPP PPNI mengecam kasus itu dan menginginkan insiden penolakan jenazah harus diusut tuntas melalui jalur hukum oleh pihak berwenang.

"Kami perawat Indonesia mengecam tindakan penolakan jenazah yang dilakukan oleh oknum-oknum warga yang tidak memiliki rasa kemanusiaan," jelasnya.

11 dari 11 Halaman

Himbauan Gubernur Jawa Tengah

Insiden penolakan jenazah juga mendapatkan respon dan perhatian dari Gubernur Jawa Tengah. Ganjar Pranowo mengajak semua pihak bisa bekerja sama dengan tenaga medis dalam mengurus pemakaman pasien korban Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menginformasikan, saat jenazah dimakamkan maka virus yang ada di tubuhnya juga akan ikut mati di akun Instagram pribadinya.

"Ketika jenazah itu dikubur, secara otomatis virusnya akan mati, karena inangnya juga mati. Tidak bisa keluar dan menjangkiti warga," tegasnya.

Ganjar pun juga turut meminta maaf kepada seluruh rekan tenaga medis yang kini tengah berada di garda terdepan dalam melawan pandemi corona.

BERI KOMENTAR