HOME » BERITA » KRONOLOGI MALING GONDOL DANA DESA RP 190 JUTA YANG DITINGGAL DI MOBIL

Kronologi Maling Gondol Dana Desa Rp 190 Juta yang Ditinggal di Mobil

Pejabat Desa Seberang Sungai, Sihandri menjadi korban pencurian uang dengan modus pecah kaca. Dana desa sebesar Rp 190 juta yang dia tinggal di dalam mobil lenyap digondol maling.

Kamis, 29 Agustus 2019 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kronologi Maling Gondol Dana Desa Rp 190 Juta yang Ditinggal di Mobil
Maling pecah kaca mobil gondol dana desa ratusan juta rupiah (merdeka.com)

OTOSIA.COM - Pencurian dengan modus pecah kaca mboil kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah Pejabat Desa Seberang Sungai, Sihandri.

Peristiwa itu bermula saat Siandri selesai mengambil dana desa di Bank Riau Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi Riau, Rabu (28/8/2019) sekira pukul 10.30 WIB.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP M Mustofa menjelaskan aksi pecah kaca itu terjadi di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, tepatnya di lingkungan SMAN 1 Gunung Toar. Sihandri berhenti dan memarkirkan mobil Kijang Innova BM 1096 KN, untuk bertemu guru.

"Sekitar 5 menit kemudian, korban melihat keluar arah mobil yang diparkir. Dia melihat ada pengendara sepeda motor besar yang menggunakan jaket dan helm dari arah dekat mobil korban terparkir," kata Mutsofa kepada merdeka.com.

1 dari 1 Halaman

Polisi Masih Menyelidiki

Kronologi Maling Gondol Dana Desa Rp 190 Juta yang Ditinggal di MobilPolisi Masih Menyelidiki

Merasa ada yang janggal, korban mengecek mobilnya dan melihat kaca mobil sebelah kiri bagian belakang pecah. Dana desa sebesar Rp190.000.000 di mobil lenyap.

"Uang itu Rp190 juta itu baru diambil dari Bank Riau, yang diletakan di dalam tas ransel warna hitam dengan merek UGM (Universitas Gadjah Mada), yang diletakan di bangku belakang. Korban mengaku uang itu dibawa kabur oleh pelaku," jelas Mustofa.

Kemudian korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuantan Mudik agar diselidiki polisi. Dua orang pelajar yang berada di lokasi dimintai keterangannya oleh polisi.

"Petugas sedang menyelidiki kasus ini, sejumlah saksi kita periksa termasuk korban. Duit itu katanya merupakan uang negara untuk dana desa," tegas Mustofa.

BERI KOMENTAR