HOME » BERITA » KRONOLOGI RUSUH OJOL VS DEBT COLLECTOR, POLISI SEBUT SALAH PAHAM

Kronologi Rusuh Ojol vs Debt Collector, Polisi Sebut Salah Paham

Bentrok yang terjadi di Yogyakarta antara driver ojol dan debt collector diwarnai aksi saling lempar batu.

Jum'at, 06 Maret 2020 11:45 Editor : Dini Arining Tyas
Kronologi Rusuh Ojol vs Debt Collector, Polisi Sebut Salah Paham
Aksi para driver ojol di Polsek Depok Timur (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Keributan antara para driver ojek online dan debt collector terjadi di Ringroad, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (5/3/2020). Bentrok antar kedua belah pihak disebut merupakan buntut dugaan penganiayaan salah satu driver ojol oleh debt collector.

Insiden itu bermula saat driver ojol LA (29) diduga mengalami penganiayaan. Tak terima, para pengemudi ojol pun mendatangi kantor debt collector di jalan Wakhid Hasyim, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (4/3/2020).

Keesokannya, pada Kamis (5/3/2020) filiran para debt collector yang mendatangi kantor Grab Perwakilan DIY di Kmpleks Ruko Casagrande, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Para debt collector sempat bertemu dengan pengelola.

1 dari 3 Halaman

Hanya saja, terjadi kesalahpahaman antara romobongan debt collector dan para driver ojol yang ada di halaman kantor Grab. Lantas, terjadi kerusuhan yang sempat diwarnai dengan aksi saling lempar batu antara dua massa itu.

Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan, keributan tersebut terjadi lantaran salah paham. "Mereka (driver ojol, red) datang karena ada mediasi teman-teman debt collector di atas (kantor Grab, red). Nah karena itu disangkanya kantornya diserang, padahal tidak," terang Rizki, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 3 Halaman

Lebih lanjut, menurut Rizki, keributan itu terjadi diduga merupakan rentetan dari kasus dugaan penganiayaa driver ojol oleh sekelompok debt collector. Kini pihak kepolisian pun tengah mendalami kasus ini.

"Kita sedang mediasi dari pihak ojolnya dan debt collector, kita coba telusuri permaslahannya apa. Kalau ada masalah hukum akan kita proses secara hukum. Saya minta ke teman ojol agar yang jadi korban lapor, karena ada beberapa kasus. Biar kami prosesnya," tandasnya.

3 dari 3 Halaman

BERI KOMENTAR