HOME » BERITA » KRONOLOGI TRUK TRONTON TABRAK 20 KENDARAAN DI BALIKPAPAN, BEGINI ANALISIS POLISI

Kronologi Truk Tronton Tabrak 20 Kendaraan di Balikpapan, Begini Analisis Polisi

Berikut ini kronologi dan analisis dari kecelakaan tronton tabrak 20 kendaraan di Balikpapan

Jum'at, 21 Januari 2022 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kronologi Truk Tronton Tabrak 20 Kendaraan di Balikpapan, Begini Analisis Polisi
kecelakaan tronton di lampu merah balikpapan. ©2022 Merdeka.com/istimewa

OTOSIA.COM - Kecelakaan tragis terjadi di Persimpangan Muara Rapak Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (21/1) pagi. Sebuah truk tronton menabrak puluhan kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah.

Detik-detik kecelakaan tersebut terekam CCTV di persimpangan Muara Rapak dan tersebar di Grup WhatsApp. Dari video yang beredar terlihat kontainer berwarna merah melaju tak terkendali hingga menabrak sejumlah motor dan enam mobil.

Para korban nampak berserakan di jalanan akibat ditabrak kontainer dari belakang. Sementara enam mobil mengalami rusak parah, salah satunya pikap berwarna putih. Satu tiang lampu jalan turut roboh akibat ditabrak mobil tersebut.

1 dari 6 Halaman

Kronologi

Dari informasi yang diperoleh, kecelakaan itu berawal saat kontainer disopiri Muhammad Ali mengalami rem blong saat melanju dari parkirannya di Jalan Pulau Balang Km.13 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Tronton itu berisikan kapur pembersih air dengan berat 20 ton yang hendak di antar ke Kampung Baru Balikpapan Barat.

Sesampainya di depan Rajawali Foto Km.0,5, sopir tronton sudah mulai mengurangi Porsneling dari 4-3. Namun sesampainya di depan Bank Mandiri, rem sudah tidak berfungsi dan mobil meluncur laju dan menabrak kendaraan di lampu merah simpang Muara Rapak.

2 dari 6 Halaman

Korban Kecelakaan

Polda Kalimantan Timur mencatat lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1) sekira pukul 06.15 Wita. Seorang lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis.

"Yang meninggal dunia 5, yang luka berat itu yang kritis satu, yang luka ringan 13," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dihubungi, Jumat (21/1).

3 dari 6 Halaman

Para korban langsung dirujuk ke sejumlah rumah sakit. "Terus rumah sakit yang jadi rujukan itu ada tiga, Rumah Sakit Khanujoso, Rumah Sakit Beriman, satu lagi Rumah Sakit Ibnu Sina," ujarnya.

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu berjumlah 10 unit. "Kendaraannya yang terlibat itu ada 6 unit untuk roda empat ya, terdiri dari dua unit angkot, dua unit mobil pribadi dan dua unit mobil pikap. Terus roda duanya empat unit," sebutnya.

4 dari 6 Halaman

Diduga Rem Blong

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa kecelakaan maut itu terjadi karena diduga tronton mengalami rem blong.

"Hasil investigasi petugas di lapangan, itu ini sementara ya. Itu dimulai karena adanya truk tronton yang remnya blong," kata Yusuf saat dihubungi, Jumat (21/1).

Selain itu, untuk kondisi jalan di lokasi tersebut juga memang menurun. Sehingga, laju dari truk tersebut terlihat kencang.

"Kondisi jalan itu geografisnya memang menurun, sehingga si truk tersebut selain dia remnya blong, dia juga daya laju kendaraannya enggak bisa dikurangi lagi. Karena memang jalanannya yang menurun," jelasnya.

Yusuf menyebut, truk itu membawa obat semacam pembersih air dengan beban seberat 20 ton. "Dia membawa beban kurang lebih 20 ton," tutupnya.

5 dari 6 Halaman

Analisis Polisi

Hasil investigasi sementara polisi, kecelakaan itu diduga sebabkan rem tronton blong. Tronton itu kemudian meluncur dan menabrak 14 motor dan enam mobil.

"Hasil pemeriksaan awal kita remnya blong," kata Yusuf Sutejo.

Yusuf mengatakan, dari pemeriksaan awal sang sopir mengaku sudah berusaha menurukan kecepatannya. Namun karena rem blong disertai kondisi jalan yang menurun dan beban angkut tronton tersebut, membuat sopir tak bisa mengendalikan kendarannya.

"Karena kondisi geografis jalan tersebut menurun dan kondisi kendaraan tronton tersebut secara teknik jadi dia enggak bisa. Dia sudah menurunkan gigi kecepatannya, tapi ternyata kendaraan tersebut tetap meluncur dan menabrak kendaraan yang mengantre di lampu merah di depan," kata Yusuf.

6 dari 6 Halaman

Kendaraan Muatan Berat

Yusuf mengatakan, kecelakaan ini bukan pertama kali terjadi di simpang lampu merah Muara Rapak. Polisi bersama pihak Dinas Perhubungan telah membuat aturan bahwa kendaraan berat dilarang melintas mulai pukul 06.00-21.00 WITA.

"Itu sudah buat aturan memasangi rambu bahwasannya di jalan tersebut itu ada peraturan wali kota Balikpapan juga bahwa jalan tersebut untuk siang hari dilarang dilewati oleh kendaraan berat," kata Yusuf.

Yusuf menjelaskan bahwa sopir tronton sudah ditangkap. Saat ini sopir tersebut tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kejadian ini murni pelanggaran yang dilakukan pengemudi truknya karena dia ingin cepat sampai di tempat tujuan, dia harusnya memutar. Dia tidak boleh lewat situ," kata Yusuf.

Penulis: Nur Habibie, Muhamad Agil Aliansyah

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR