HOME » BERITA » KUALITAS UDARA BURUK, GRAB AKAN KEMBANGKAN KENDARAAN LISTRIK DI JAKARTA

Kualitas Udara Buruk, Grab Akan Kembangkan Kendaraan Listrik di Jakarta

Grab berencana menggunakna kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, niat tersebut sudah ditandai dengan kerja sama antara Grab dan Hyundai.

Selasa, 30 Juli 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kualitas Udara Buruk, Grab Akan Kembangkan Kendaraan Listrik di Jakarta
Grab berencana pakai kendaraan listrik (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Kualitas udara ramai diperbincangkan belakangan. Apalagi kualitas udara di Jakarta yang kian menurun.

Data AirVisual menunjukkan Air Quality Index (AQI) Jakarta pada Senin (29/7/2019) pagi berada di angka 188. Dengan demikian, kondisi udara di langit Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat.

Presiden Grab Indonesia, Ridzky Kramadibrata mengatakan, pihaknya akan menerapkan kendaraan listrik di Indonesia, khususnya Jakarta. Hal ini untuk mengurangi polusi udara sekaligus mengurangi emisi karbon.

"Jadi tadi yang dibicarakan dengan Masayoshi Son, Presiden, dan Pak Luhut adalah penggunaan electric vehicle," kata Ridzky usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019), dikutip dari Merdeka.com.

Soal pengembangan ini, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan menyediakan bahan bakarnya. Chairman dan CEO of SoftBank group, Masayoshi Son juga rencananya akan membantu mewujudkan hal tersebut.

"Apa keunggulannya untuk Jakarta? Tadi Masayoshi sudah bilang berarti akan menurunkan karbon emeisi yang signifikan di sini, membuat Jakarta lebih biru lagi daripada sekarang. Kemudian untuk mappingnya dan lain-lain karena kendaraan listrik kan karakteristiknya juga lain dan tentunya SoftBank dan Grab siap membantunya," tambahnya.

1 dari 1 Halaman

Bekerja Sama dengna Hyundai

Kualitas Udara Buruk, Grab Akan Kembangkan Kendaraan Listrik di JakartaBekerja Sama dengna Hyundai

Saat ini, Grab sudah bekerja sama dengna Hyundai untuk pengembangan kendaraan listrik tersebut. Tetapi dia tidak menutup kemungkinan perusahaan lain bergabung untuk mengembangkan kendaraan listrik.

"Terbuka (perusaaan lain bergabung), segera. Kita akan berbicara dengan Pak Luhut juga," tandas Ridzky.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR