HOME » BERITA » KUMPULAN CERITA SERAM YANG DIALAMI DRIVER OJOL, PENUMPANG HINGGA ORDERAN GAIB

Kumpulan Cerita Seram yang Dialami Driver Ojol, Penumpang Hingga Orderan Gaib

Menjadi hal yang wajar saat para driver ojek online atau taksi online bekerja hingga lewat tengah malam. Mereka menyebutnya dengan ngalong. Tapi siapa sangka saat bekerja mereka mengalami kejadian mistis.

Kamis, 25 Juni 2020 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kumpulan Cerita Seram yang Dialami Driver Ojol, Penumpang Hingga Orderan Gaib
Ilustrasi ojek online (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Belum lama ini ada seorang driver ojek online yang mengantar penumpang jarak jauh. Kejadian aneh pun dia alami dan belakangan diketahui bahwa si penumpang sudah tinggal nama alias sudah meninggal.

Cerita itu dia sampaikan melalui kolom komentar Youtube penulis buku Risa Saraswati. Risa pun kemudian membagikan cerita itu melalui akun Twitter @risa_saraswati.

"Baca komen ini... saya jadi merinding," cuit Risa.

1 dari 7 Halaman

Dilansir dari Brilio.net, driver ojek online dengan akun bernama Herman Suherman itu awalnya bertanya apakah Risa memiliki anggota tim bernama Cindy.

Pasalnya, dalam cerita Herman, pasalnya dia pernah mengantar penumpang bernama Cindy dan mengaku merupakan bagian dari tim Risa. Lalu dia menceritakan awal pertemuannya dengan Cindy itu.

Cindy meminta Herman mengantarnya dari Istana Plaza Bandung ke Subang. Cindy akan membayar Herman dengan imbalan Rp 400 ribu.

"Bahkan dari pom bensin Lembang, saya dibonceng sama beliau, sampai tujuan. Tak sedikit orang yang memperhatikan saya seperti keheranan. Sepanjang perjalanan dr Lembang ke Subang, beliau bercerita tentang hal" berbau mistis (Gaib), & beliau bercerit tentang Tim JurnalRIsa ini dan mengaku bagian dari tim ini," tulis Herman.

Dari cerita tersebut, Cindy juga sempat menawarkan ke Herman untuk bekerja di tim Jurnal Risa dengan bayaran Rp 200 ribu sekali syuting. Selama perjalanan yang cukup panjang tersebut, Herman mengaku mengalami banyak kejadian aneh.

"Setelah sampai ditujuan, beliau meminta saya untuk menunggu dimulut Gang, karena k'lo ketahuan ayahnya, pasti dimarahin & beliau pun menunjukkan rumahnya. Setelah menunggu satu jam lebih tak kunjung datang, saya memutuskan untuk ke rumahnya," tambah Herman.

Herman kemudian memutuskan untuk menyusul Cindy ke rumahnya. Namun, setibanya di rumah yang ditunjukkan Cindy, Herman justru tak menemui sosok yang dicari. Herman malah menemukan sebuah rumah kosong, kotor, kumuh dan gelap.

"Saya tanya ke penduduk sekitar, tapi tdk ada yang mengenalnya," lanjut Herman.

2 dari 7 Halaman

Meski diliputi rasa penasaran, Herman akhirnya memutuskan untuk pulang. Sampai di Kota Subang, Herman memutuskan beristirahat di basecamp driver ojek online setempat. Di sana lah, Herman kemudian meminta bantuan para driver ojek online untuk mencarikan informasi mengenai sosok Cindy.

Keesokan harinya, Herman kembali ke Bandung dan memulai aktivitas seperti biasa. Satu hari setelah kembali ke Bandung, Herman mendapat kabar dari salah satu rekannya di Subang. Usut punya usut, Cindy yang ia antar dari Bandung menuju Subang adalah korban kecelakaan yang sudah meninggal.

"Pagi" saya buka HP, dan saya pun terkejut, karena mendapatkan kabar via WA dari driver Ozol Subang yang membantu saya. Mereka meminta saya agar sabar dan ikhlas, karena yang saya antarkan itu sudah meninggal 4 tahun yg lalu, akibat kecelakaan dalam perjalanan Bandung-Subang," jelas Herman.

3 dari 7 Halaman

Orderan Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Beberapa hari lalu Indonesia dihebohkan dengan kasus meninggalnya 10 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta akibat susur sungai dalam kegiatan Pramuka. Insiden ini berlokasi di Dusun Dukuh dan ternyata menyisakan kejadian aneh bagi warga setempat.

Mengutip dari akun Instagram @_infocegatansolo, belum lama ini seorang pengemudi ojek online (ojol), mendapat pesanan dari seorang bernama SA. Ternyata, ia adalah salah satu korban jiwa dalam susur sungai maut itu.

Tak hanya 1, ada 3 sopir ojol yang mengaku mendapat pesanan dari SA. Tapi, seorang warga RT 03, Dusun Dukuh menyebut bahwa tak ada wanita bernama SA di daerah tempat tinggalnya, tapi merupakan salah satu korban meninggal dalam susur sungai maut SMPN 1 Turi.

Di dalam pesanan tersebut lokasi penjemputannya ialah Dusun Dukuh dengan tujuan Pasar Sleman. Namun, pada bagian notes tertulis bahwa titik tepatnya ialah tempat evakuasi di Jembatan Sempor.

Kejanggalan lainnya ialah SA mengaku handphone miliknya akan mati sehingga sulit dihubungi. Akhirnya ketiga sopir ojol itu ketakutan, bahkan ada yang sampai lemas saat mendengar ceritanya.

Kasus ini jelas menimbulkan kehebohan. Namun, tak sedikit netizen yang menyebut bahwa hal itu adalah ulah iseng dari orang yang tidak bertanggung jawab.

isti_if42 Mngkin ada yg iseng pakai nama itu biar dikira horor ???? bisa ga sih cs cek riwayat akunnya itu

yumithasari Heleh.. Palingan ada yang iseng kurang kerjaan pke hp ne si anak atau pke nama e dia.. ????

chandra.arnolds aw...misteri atau ada yg iseng ya...????

 

4 dari 7 Halaman

Orderan Rumah Kosong dan Penumpang Dadakan

Cerita soal penglaman para driver ojek online seringkali menjadi perhatian netizen. Pasalnya ada saja tingkah atau kejadian unik yang mereka alami.

Tak terkecuali pengalaman mistis mereka. Dalam beberapa video yang diunggah kanal YouTube Cerita Ojol, mereka kerap membagikan kisahnya.

Dua diantaranya yakni pengalaman mendapatkan order dari sebuah rumah kosong dan penumpang yang tiba-tiba kembali duduk di jok penumpang.

Diceritakan seorang driver ojol bernama Firman, dia pernah mendapatkan orderan makanan. Si pemesan pun memiliki insiatif tinggi, menghubungi dirinya terlebih dahulu untuk mengonfirmasi pesananannya.

"Mas, sesuai aplikasi," cerita Firman.

Meski begitu Firman merasa tak ada yang aneh. Tapi begitu dia tiba di titik pengantaran sesuai aplikasi tersebut, dia justru berhenti di depan sebuah rumah kosong.

Nomor telepon yang dipakai untuk menghubunginya terlebih dahulu pun tak tersambung. Bahkan Firman sempat meminta bantuan pihak operator ojek online untuk memastikan nomor si pemesan. Hasilnya nihil.

Firman pun memutuskan untuk bertanya ke security setempat dan mendapatkan jawaban cukup aneh. Security mengatakan bahwa rumah itu sudah kosong sejak lama.

"Mas itu rumah udah lama enggak ada orangnya, gitu. Kata security udah hampir 3 tahun kosong," tambahnya.

5 dari 7 Halaman

Sementara itu, driver ojol lainnya bernama Aldin. Dia mengaku melihat seorang penumpang yang sudah dia antar ada di belakangnya.

Waktu itu sudah tengah malam. Dia mengatakan bahwa si penumpang sudah dia antar pada sore hari.

"Waktu itu kan pulang jam setengah 12-an, terus lihat di spion ada penumpang yang sudah diantar," katanya.

Aldin menceritakan bahwa penumpang yang sudah diantar dan terlihat di spion itu berpenampilan layaknya penumpang yang menggunakan helm.

"Bentuk orang masih pake helm, tempat saya lewat ada pohon memang gelap gitu. Saya lihat di spion penumpang masih ada," katanya.

Lalu dia memutuskan untuk mencari tempat yang ramai. Beruntung sosok yang menyerupai penumpang itu menghilang saat sudah di tempat ramai.

"Waktu sudah hilang itu baru berani lanjut pulang," tandasnya.

6 dari 7 Halaman

Penumpang Hilang

Beberapa driver taksi online memilih bekerja mulai tengah malam. Alasannya karena persaingannya yang tidak terlalu ketat. Jalanan pun tak seramai biasanya.

Tapi rupanya bekerja di tengah malam juga semakin menantang. Selain ancaman dari orang jahat seperti begal dan rampok, mereka juga berisiko mendapatkan order fiktif maupun order gaib.

Seperti pengalaman seorang driver taksi online di Surabaya. Driver taksi online itu menceritakan pengalaman anehnya kepada salah seorang penumpangnya saat tak sengaja melewati area di mana dia menurunkan penumpang misterius beberapa hari sebelumnya.

Menurut si penumpang, driver taksi online tersebut mendapatkan order untuk mengantarkan penumpang ke daerah Wiyung, Surabaya, pada suatu malam. Pada aplikasi si driver terlihat keterangan bahwa penumpang itu akan membayarnya melalui dompet digital yang bekerja sama dengan oeprator taksi online.

Tak ada kecurigaan apapun. Dia menjemput penumpangnya itu sesuai dengan titik penjemputan pada aplikasi.

7 dari 7 Halaman

Barulah muncul kecurigaan kala si penumpang tersebut meminta driver membukakan pintu belakang mobil. Si penumpang itu tampak mengenakan kebaya dan berambut panjang menutupi wajahnya.

Si penumpang juga tak mengeluarkan sepatah katapun. Hanya menggeleng atau mengangguk saat ditanya oleh driver. Sekilas driver melihat kuku jari tangan penumpang yang panjang-panjang.

Sepanjang perjalanan pun hening. Meski begitu, si driver tetap berusaha untuk positive-thingking. Hingga dia tiba di lokasi tujuan sesuai peta pada aplikasi.

Lokasi itu sepi di tengah persawahan. Apalagi kondisi sudah tengah malam. Lagi-lagi, si penumpang minta dibukakan pintu agar bisa keluar.

Driver pun memberikan layanan itu. Sempat dia berkata bahwa akan mengantar penumpang misterius itu ke rumahnya, tapi ditolak. Penumpang bersikukuh turun di tempat sepi itu.

Driver menurutinya dan melanjutkan jalannya. Saat sudah melaju dan driver melihat ke spion, penumpang tersebut sudah tidak ada. Tak diketahui perginya ke arah mana. Nahasnya, ongkos taksi online melalui dompet digital itu pun tak kunjung masuk ke aplikasi driver.

BERI KOMENTAR