HOME » BERITA » L2 PENGUKIR SEJARAH MOTOR SPORT YAMAHA PERTAMA DI INDONESIA

L2 Pengukir Sejarah Motor Sport Yamaha Pertama di Indonesia

Rabu, 11 Oktober 2017 20:15

L2 Pengukir Sejarah Motor Sport Yamaha Pertama di Indonesia
Foto: Kaskus
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Berbicara motor jantan atau motor sport yang dimiliki oleh Yamaha, pabrikan dengan logo garputala ini untuk era sekarang lebih dikenal dengan motor naked sport dengan label Vixion. Namun ketika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya seperti apa bentuk motor sport jantan pabrikan asal Jepang ini yang pertama kali masuk ke Indonesia?

Dari beberapa informasi yang dikumpulkan redaksi Otosia, motor sport Yamaha yang pertama kali masuk Indonesia yakni dengan merk Yamaha L2. Motor ini pertama kali masuk pasar sepeda motor tanah air pada tahun 1976 dan dihentikan produksinya pada tahun 1979 digantikan dengan model yang selanjutnya.

Yamaha L2 sendiri memiliki tampilan gagah dan sporty pada zamannya, dengan rangka berbahan plat dan bagian mesinnya dibiarkan terbuka layaknya motor model naked untuk era sekarang ini. Kemudian bagian tangki penyimpanan bahan bakarnya berfungsi sekaligus menjadi body motor yang kemudian dipadu dengan jok model datar.

Untuk sumber tenaganya, Yamaha L2 menggunakan mesin yang masih berteknologi 2 langkah berkapasitas 97 cc, satu silinder dan perbandingan oli. Mesin tersebut dalam catatannya juga diklaim mampu mengeluarkan tenaga sampai 9,1PS yang kemudian dipadu dengan transmisi 3 tingkat percepatan untuk ditransfer ke roda belakang menggunakan rantai.

Mesin tersebut kemudian didukung dengan 2 tangki. Tangki yang pertama untuk bensin, berkapasitas 8,6 liter dan yang kedua untuk tangki oli samping kapasitas 1,3 liter.

Ketika tangki tersebut masih kosong, bobot Yamaha L2 juga bisa dibilang cukup ringan, motor jantan pertama di Indonesia ini memiliki dengan berat kosong 86 Kg.

Kaki-kaki Yamaha L2 juga dibekali dengan sepasang suspensi teleskopik untuk mengapit roda depannya, begitu juga untuk bagian belakangnya dengan sepasang shock untuk mengapit roda yang masih bermodel jari-jari. Pada roda tersebut sistem pengeremannya sendiri masih menggunakan teknologi tromol, baik untuk roda depan maupun roda belakang.

(kpl/rd)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-10-11
detail

BERITA POPULER