HOME » BERITA » LAMPU SEIN BERKEDIP LEBIH CEPAT, PERTANDA SUDAH WAKTUNYA GANTI

Lampu Sein Berkedip Lebih Cepat, Pertanda Sudah Waktunya Ganti

Indikasinya bisa dilihat ketika sein berkedip lebih cepat dari biasanya.

Selasa, 22 Juni 2021 15:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Lampu Sein Berkedip Lebih Cepat, Pertanda Sudah Waktunya Ganti
ilustrasi Lampu Sein (imgix)

OTOSIA.COM - Lampu sein merupakan part yang sangat penting untuk setiap kendaraan. Lampu berwarna oranye berperan sebagai peringatan kepada pengguna jalan lain ketika kendaraan akan berlok atau di depannya terdapat bahaya.

Setiap bohlam lampu sein mempunyai masa pakai dan ada kalanya mati tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan. Hal ini sangatlah berbahaya karena orang lain akan melihat kita bermanuver tanpa memberi indikasi arah haluan.

1 dari 3 Halaman

Lantas apa yang menjadi petunjuk saatnya mengganti bohlam?

Melansir Hyundai Mobil Indonesia, Senin (21/06/2021), indikasinya bisa dilihat ketika sein berkedip lebih cepat dari biasanya.

Saat lampu itu akan mati, bohlam akan memberikan resistensi yang berbeda dengan hasil berkelap-kelip secara cepat.

Tapi, ada juga penyeba lain yang berpotensi bikin kedipan lampu sein lebih cepat. Hyundai menambahkan bisa jadi hal itu karena perubahan lampu halogen menjadi LED, karena beberapa bohlam LED tidak mengubah resistensi yang ada.

2 dari 3 Halaman

Jika semua penerangan normal, bisa jadi masalah lainnya ada di kelistrikan mobil, seperti pada relay dan sebagainya.

Pastinya tidak disarankan berkendara dengan lampu sein yang mati karena terdapat aturan yang jelas mengenai part kendaraan yang wajib dimiliki ketika sedang berkendara.

Dikutip dari laman Polri, disitat Selasa (22/6/2021), regulasi itu tercantum dalam Pasal 294 dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). 

3 dari 3 Halaman

Bunyi pasal tersebut sebagai berikut, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah."

Penulis: Arendra Pranayaditya

BERI KOMENTAR