HOME » BERITA » LEBIH COCOK MANA, OLI MINERAL ATAU SYNTHETIC?

Lebih Cocok Mana, Oli Mineral atau Synthetic?

Sabtu, 19 Januari 2019 18:15 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi oli mobil (grimmermotors.co.nz)

OTOSIA.COM - Saat ini sedikitnya tersedia tiga jenis pelumas di pasaran baik mineral, semi synthetic, maupun full synthetic. Terkadang pemilik kendaraan bingung, oli apa yang cocok dan baik, apakah mineral atau full synthetic?

Untuk tahu apa itu oli mineral atau synthetic, ada baiknya mengetahui dulu bahan dasar keduanya. Oli mineral berasal dari bahan baku minyak bumi, sementara oli synthetic dari minyak bumi yang sudah diolah kembali, sehingga sifat-sifat yang tidak diinginkan sudah dihilangkan.

Dengan demikian oli synthetic merupakan oli hasil terbersih dari pemilahan oli mineral. Selain itu sesuai namanya, oli synthetic menggunakan senyawa kimia buatan yang diformulasikan secara artifisial agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing kendaraan.

Selain itu, ada juga jenis oli yang merupakan penggabungan dari keduanya, atau yang lebih dikenal dengan oli semi-synthetic atau oli synthetic blend.

Menurut Lucky Elfano selaku Product Development and Technical Support PT Topindo Atlas Asia, oli semi-synthetic berasal dari bahan-bahan campuran, yakni senyawa kimia buatan yang dikombinasikan dengan mineral minyak bumi. Artinya oli synthetic memiliki formulasi yang lebih baik dibanding oli mineral.

Namun, lanjut Lucky, hal ini bukan berarti oli synthetic dapat cocok digunakan untuk semua kendaraan.

Biasanya oli synthetic memiliki tingkat kekentalan yang lebih encer dibandingkan oli mineral. Sehingga oli ini dianggap kurang cocok untuk kendaraan yang masih menggunakan mesin teknologi lama.

"Setiap kendaraan membutuhkan jenis oli yang berbeda-beda. Seperti untuk beberapa kendaraan dengan teknologi lama bisa jadi oli teknologi terbaru seperti oli full-synthetic justru tidak cocok," jelasnya.

Jadi kata Lucky penggunaan kedua jenis oli tersebut kembali lagi pada jenis kendaraan dan teknologi mesin yang digunakan.

Reporter : Nazarrudin Ray

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR