HOME » BERITA » LEBIH DEKAT DENGAN ECU, OTAK MOTOR INJEKSI

Lebih Dekat dengan ECU, Otak Motor Injeksi

ECU motor menjadi salah satu komponen yang krusial, simak cara kerja dan fungsinya.

Rabu, 03 Juli 2019 22:15 Editor : Cornelius Candra
Lebih Dekat dengan ECU, Otak Motor Injeksi
ECU motor (bikebd.com)

OTOSIA.COM - Saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa bagian terpenting pada motor adalah mesin. Hal itu tak sepenuhnya salah jika sistem pengabutannya masih menggunakan karburator. Namun, pada motor modern yang telah dibekali injeksi, komponen elektronik bernama ECU (Engine Control Unit) juga memegang peranan penting. Selain mengatur semburan injektor, perangkat ini juga terhubung ke sistem pengereman dan beragam bagian lainnya.

Konsepnya sama saja dengan mobil. Begini penjelasan mudahnya, mengutip dari Oto.com, ECU adalah otak dari kendaraan. Benda ini menginput data dari berbagai sensor, memrosesnya, lantas dikirimkan kembali ke komponen terkait supaya direspons. Mirip otak manusia, yang mendeteksi segala hal, lalu mengirimkan sinyal ke bagian tubuh untuk bereaksi sesuai yang diinginkan. Sementara mesin, bisa dianalogikan sebagai jantung dari sebuah kendaraan.

Perangkat ini menggunakan banyak kabel yang terhubung satu sama lain. Tak begitu besar dimensinya, mirip hard disk komputer. Nah, cara kerjanya, dengan mengandalkan berbagai sensor untuk menghitung sejumlah variabel. Misalnya tekanan udara, suhu, posisi putaran gas, serta kecepatan mesin. Setelah semua itu dikalkulasi, terciptalah takaran yang tepat untuk pembakaran di dalam silinder. Dalam artian, mengusahakan semuanya optimal. Baik saat dibutuhkan tenaga maupun sedang mengejar efisiensi. Pada motor berteknologi Variable Valve Timing, atau sistem buka tutup katup, ECU jugalah yang berperan guna menentukan momentumnya. Jadi jantung pacu pun dikendalikan oleh €œpola pikir€ ECU yang sudah diseting sedemikian rupa.

1 dari 1 Halaman

Terhubung ke Rem

Lebih Dekat dengan ECU, Otak Motor InjeksiTerhubung ke Rem

Contoh lain lagi, pada kontrol traksi dan mode berkendara. Biasanya alat itu membaca karakter yang dipilih, lalu mengatur besaran bahan bakar yang ditumpahkan ke silinder. Alhasil, seberapa besarpun Anda menarik gas, tak bakal terjadi spinning ataupun tenaga yang berlebihan. Karena telah disetel menyesuaikan karakter. Pun sebaliknya, jika menginginkan motor melaju tajam.

Jangan kira sektor penahan laju tak ada hubungannya. Sensor ABS (Anti-Lock Braking System) turut memiliki koneksi khusus. Begini, ABS terdiri dari empat komponen utama. Sensor, katup, ECU dan akuator. Saat terjadi pengereman keras, sensor di roda mengirimkan sinyal bahaya ke ECU. Dalam sekian milidetik langsung menghitung kecepatan pada putaran roda. Kemudian perintah diutarakan pada kaliper rem untuk melepas dan mengapit roda bergantian dalam interval yang sangat cepat, sehingga roda tidak terkunci. Di beberapa motor bahkan suspensinya juga terhubung. Tapi tak banyak yang seperti itu, biasanya ada di roda dua kelas atas.

Karena ECU sangat penting, mulai sekarang jangan sembarangan memperlakuakannya. Diperlukan ruang yang paten, memastikan perangkat ini terkunci dan tidak bergerak sama sekali saat terkena guncangan. Takutnya banyak kabel yang berubah posisi hingga mengganggu salah satu sistem. Lalu jika terendam air, walaupun mungkin sudah didesain untuk bisa bertahan, yang namanya elektronik tetap saja bermusuhan dengan air. Sebaiknya hindari hal ini terjadi. Lalu untuk mensetingnya, serahkan pada yang ahli. Sepengalaman kami, lebih mudah mencari mekanik mesin di jalanan ketimbang yang jago mengulik ECU.

Sumber: Oto.com

BERI KOMENTAR