HOME » BERITA » LEBIH DEKAT DENGAN VICTORIA PHAETON, MOBIL PERTAMA MERCEDES-BENZ MILIK SULTAN SOLO

Lebih Dekat dengan Victoria Phaeton, Mobil Pertama Mercedes-Benz Milik Sultan Solo

Mobil pertama Mercedes-Benz rupanya pernah dimiliki oleh orang Indonesia pada tahun 1894.

Minggu, 09 Februari 2020 18:15 Editor : Dini Arining Tyas
Lebih Dekat dengan Victoria Phaeton, Mobil Pertama Mercedes-Benz Milik Sultan Solo
Mercedes-Benz Patent Motorwagen (mercedes-benz.com)

OTOSIA.COM - Replika mobil pertama di dunia dari Mercedes-Benz kini tengah dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, hingga 15 Februari 2020 mendatang. Tapi taukah kamu, mobil pertama itu pernah dimiliki oleh orang Indonesia?

Yap, pemilknya adalah Sultan Sorakarta atau Sultan Solo saat ini, Pakoe Boewono X. Kala itu, mobil yang bernama Benz Victoria Phaentom itu dipesan melaalui perusahaan yang berlokasi di Passer Besar, Surabaya.

Benz Victoria Phaentom pun diimpor dari Eropa dengan harga 10.000 Gulden pada tahun 1894. Mobil mili Pakoe Boewono X itu memiliki kapasitas 2.000cc yang bertenaga 5 hp dan dilengkapi dengan ban karet yang keras.

1 dari 2 Halaman

Mercedes-Benz Patent Motorwagen (Mercedes-Benz.com)

Mobil ini hadir setelah delapan tahun sebelumnya, Carls Benz mengajukan paten kendaraan bermotor roda tiga yang diciptakan pertama kali di Berlin, tepatnya pada 29 Januari 1886. Sejak saat itu, mobil pertama yang juga bernama Benz Patent-Motorwagen menjadi simpol kepioniran dari semangat kesempurnaan.

Selain itu, kendaraan roda tiga itu menunjukkan bahwa mobilitas telah mencapai era yang baru. Tenaga Benz Patent-Mtoorwagen bersumber dari emsin 954cc satu silinder 4-langkah.

Sementara desan kendaraan ini sudah memiliki beberapa fitur utama yang bisa ditemukan pada sebagian kendaraan dengan mesin pembakaran internal saat ini. Termasuk kruk as (Crankshaft) dengan penyeimbang, pengapian listrik dan pendingin air. Unit ini bisa menghasilkan tenaga maksimal sebesar 0,55 kW pada 400/menit.

2 dari 2 Halaman

Mercedes-Benz Patent Motorwagen (Mercedes-Benz.com)

Pada masa itu, mesin ini terbilang sangat ringan dengan berat sekitar 100 kilogram. Mobil ini butuh bahan bakar bensin sekitar 10 liter untuk setiap 100 kilometer perjalanan.

Fitur khas lain dari mobil ini adalah bak mesin terbuka, katup intake yang bisa digeser dengan gagang yang eksentrik, katup pembuangan yang dioperasikan oleh cakram cam, pelatuk pada klep dan pushroad, serta menggunakan sistem pelumasan tetes.

Rancangan Benz pada saat itu menggunakan roda yang sangat besar yang dipasang secara horizontal pada sasis. Pasalnya, jika dipasang secara vertikal, dikhawatirkan adanya efek giroskopik akan mengganggu kemudi dan stabilitas kendaraan.

BERI KOMENTAR