HOME » BERITA » LEWAT JALUR GUMITIR, PEMOTOR TAK SADAR BONCENG POCONG

Lewat Jalur Gumitir, Pemotor Tak Sadar Bonceng Pocong

Jalur Gumitir menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi memang cukup ekstrem. Tapi tak cukup dengan hal itu, jalur Gumitir juga terkenal dengan cerita mistisnya.

Kamis, 16 Mei 2019 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Lewat Jalur Gumitir, Pemotor Tak Sadar Bonceng Pocong
Jalur Gumitir (Banyuwangi Club)

OTOSIA.COM - Jalur Gumitir menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi memang cukup ekstrem. Jalan khas pegunungan, naik turun dan berkelok, ditambah jalanan yang tak terlalu lebar membuat para pengguna jalan harus ekstra fokus saat melintas.

Tapi tak cukup dengan hal itu, jalur Gumitir juga terkenal dengan cerita mistisnya. Beberapa pengendara pernah mengalami hal-hal mistis yang cukup menakutkan.

Salah seorang penumpang bus yang hendak menuju Banyuwangi dari Jember mengaku pernah melihat seorang pengendara motor yang tak sadar sedang membonceng pocong, sekitar akhir tahun 2016.

1 dari 2 Halaman

Lewat Jalur Gumitir, Pemotor Tak Sadar Bonceng Pocong

Saat itu, bus berangkat dari terminal Jember, Tawangalun sekitar pukul 20.30 WIB. Mulai masuk jalur Gumitir sekitar pukul 21.30 WIB.

Sekitar 15 menit pertama melewati jalur tersebut tak ada yang aneh. Semua wajar. Tapi ketika berada di trek lurus, seorang pengguna motor mendahului bus dan berkendara tepat di depan bus.

Kemungkinan pengguna motor tersebut mencari tambahan pencahayaan, karena kondisi jalur Gumitir saat malam hari benar-benar minim penerangan. Tak lama, kondektur bus terdengar meminta sopir untuk menyalakan lampu dim.

Bukan meminta pengendara motor untuk minggir, tapi sebagai isyarat karena kondektur melihat hal janggal. Tapi si pengendara motor tak peduli hal itu.

2 dari 2 Halaman

Lewat Jalur Gumitir, Pemotor Tak Sadar Bonceng Pocong

Sampai akhirnya sopir harus mengklakson beberapa kali hingga menimbulkan pertanyaan dari para penumpang. Awalnya hanya kondektur, sopir dan kernet bus saja yang sepertinya menyadari hal tersebut.

Tapi rupanya, seorang ibu yang duduk di deretan bangku kedua dari depan ikut mencari tahu. Setelah melihat si ibu histeris dengan apa yang dia lihat. Singkat cerita, hampir semua penumpang bus melihat bahwa si pengendara motor membonceng pocong.

Si pocong duduk menyamping dan terlihat anteng. Seisi bus hanya bisa berdoa melihat hal itu. Sampai melewati gapura perbatasan Banyuwangi-Jember, barulah penampakan pocong yang duduk di jok belakang motor itu hilang.

BERI KOMENTAR