HOME » BERITA » LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU, BERIKUT JADWAL RINCI PEMBATASAN OPERASIONAL MOBIL BARANG

Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Jadwal Rinci Pembatasan Operasional Mobil Barang

Kementerian Perhubungan membatasi mobil angkutan barang saat libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Sabtu, 05 Desember 2020 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Jadwal Rinci Pembatasan Operasional Mobil Barang
Ilustrasi kemacetan saat mudik (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Meskipun libur akhir tahun dikurangi tiga hari, libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 jatuh pada akhir pekan. Untuk mengantisipasi kemacetan, Kementerian Perhubungan memberlakukan pembatasan operasional mobil barang pada masa angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Tujuan ini kita lakukan untuk menghindari kemacetan di jalan raya arah keluar masuk dan keluar Jabodetabek serta tol Jakarta-Cikampek-Palimanan," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Pembatasan operasional mobil barang arah keluar Jabodetabek akan diberlakukan pada 23 Desember 2020 pukul 00.00 WIB hingga 24 Desember 2020 pukul 24.00 WIB. Juga akan diberlakukan pada 30 Desember 2020 pukul 00.00 WIB-31 Desember 2020 pukul 24.00 WIB.

1 dari 2 Halaman

Untuk pembatasan operasional mobil barang arah masuk Jabodetabek akan diberlakukan pada 27 Desember 2020 pukul 00.00 WIB-28 Desember 2020 pukul -8.00 WIB. Juga pada 2 Januari 2021 pukul 12.00 WIB-4 Januari 2021 pukul 08.00 WIB.

"Pembatasan operasional mobil barang juga akan terjadi pada jalan tol Jakarta-Cikampek-Palimanan," katanya.

Budi mengatakan, pembatasan operasional mobil barang diberlakukan dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan tempelan, serta mobil barang dengan angkutan tanah, pasir, dan atau batu, bahan tambang, serta bahan bangunan.

 

2 dari 2 Halaman

Pengecualian

Sementara pengecualian pembatasan operasional mobil barang adalah yang mengangkut BBM dan BBG, barang ekspor-impor dari dan ke pelabuhan, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, serta hantaran pos dan uang.

Selain itu juga untuk mobil barang mengangkut bahan pokok seperti beras, tepung terigu, jagung gula, sayur dan buah-buahan, daging, ikan daging ayam. serta minyak goreng serta mentega.

"Mobil barang mengangkut susu, telur, garam, kedelai, bawang, dan cabai juga dikecualikan dari pembatasan operasional," kata Dirjen Budi.

Penulis: Idris Rusadi Putra

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR