HOME » BERITA » LIBURAN KE LUAR KOTA DENGAN MOBIL PRIBADI, PIKIRKAN JUGA HAL INI

Liburan ke Luar Kota dengan Mobil Pribadi, Pikirkan juga Hal Ini

Jika memutuskan berlibur ke luar kota tidak terlalu jauh, memakai mobil pribadi bisa jadi pilihan. Namun ada hal-hal lain yang harus jadi perhatian.

Rabu, 09 Desember 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Liburan ke Luar Kota dengan Mobil Pribadi, Pikirkan juga Hal Ini
Ilustrasi liburan bersama keluarga dengan mobil pribadi (autosimple.com)

OTOSIA.COM - Meski ada kekawatiran tertular virus, pandemi COVID-19 tidak serta merta mengurungkan niat sebagian orang untuk pergi berlibur akhir tahun.

Ada beragam pilihan transportasi ketika masyarakat memutuskan menikmati liburan di luar kota. Mulai dari menggunakan kendaraan pribadi, pesawat terbang, bus, hingga kereta api.

Jika tujuan destinasi berlibur tidak terlalu jauh, disarankan menggunakan transportasi darat, seperti mobil pribadi. "Modal utama yang harus dipersiapkan adalah bahan bakar, uang untuk tol, serta persediaan makanan selama di perjalanan," buka Aulia Akbar, Financial Educator dan Periset Lifepal.

1 dari 4 Halaman

Namun bila mobil yang digunakan belum terlindungi asuransi mobil, maka disarankan lebih baik untuk menggunakan pesawat atau transportasi umum lainnya ketimbang kendaraan pribadi.

Menurut Aulia, risiko akan kecelakaan di tol tetap ada. Risiko mobil yang digunakan tidak mengalami tabrakan hingga rusak total tentu bukannya tidak ada. Tanpa asuransi, maka beban perbaikan kendaraan yang mahal sepenuhnya ditanggung sendiri, sehingga akan sangat membahayakan kesehatan keuangan Anda.

2 dari 4 Halaman

Jika ingin mengganti liburan menggunakan mobil pribadi dengan pesawat juga bukan hal rumit. Hanya saja, paling tidak, Otolovers harus melakukan rapid test terlebih dulu dan mengisi data di aplikasi eHac, yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan sebelum naik ke pesawat.

Sama dengan memakai transportasi lain, jika tetap menggunakan kendaraan pribadi, yang perlu diperhatikan adalah menentukan biaya liburan sebelum berangkat.

3 dari 4 Halaman

Anggap saja pengeluaran selama berlibur yang direncanakan adalah Rp 5.000.000, maka alokasikan tambahan dana sebesar Rp 500 ribu atau 10 persen dari total biaya liburan untuk kebutuhan darurat.

Kebutuhan darurat yang dimaksud, lanjut Aulia, bisa berupa kebutuhan akan bahan bakar apabila membawa mobil pribadi, dan terjadi macet total di jalan yang akhirnya membuat konsumsi BBM meningkat.

"Dana tersebut juga dapat dialokasikan sebagai biaya transportasi darurat selama liburan bila pergi menggunakan pesawat," ujarnya.

4 dari 4 Halaman

Kendati memakai kendaraan pribadi, berutang untuk kepentingan liburan bukanlah hal yang perlu dilakukan. Utang liburan adalah utang bersifat konsumtif yang hanya akan menambah pengeluaran pasif dan mengurangi kekayaan bersih kita.

"Bila memang dana liburan tidak cukup, maka pilihlah destinasi wisata atau aktivitas lain yang bisa Anda lakukan di akhir tahun ketimbang harus memaksakan diri liburan ke luar kota," imbuhnya.

BERI KOMENTAR