HOME » BERITA » LOCKDOWN MALAYSIA, POLISI PERIKSA RATUSAN RIBU KENDARAAN DAN RATUSAN ORANG DITANGKAP

Lockdown Malaysia, Polisi Periksa Ratusan Ribu Kendaraan dan Ratusan Orang Ditangkap

Selama status lockdown atau MCO di Malaysia warga tak diizinkan meninggalkan rumah, kecuali dalam kondisi darurat. Jika melanggar, polisi akan menangkap dan memenjarakan mereka.

Jum'at, 27 Maret 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Lockdown Malaysia, Polisi Periksa Ratusan Ribu Kendaraan dan Ratusan Orang Ditangkap
Pemeriksaan polisi di Malaysia selama masa lockdown (Paultan)

OTOSIA.COM - Status lockdown di Malaysia atau yang mereka sebut dengan istilah Movement Control Order (MCO) diterapkan sejak 18 Maret 2020 lalu. Kini MCO diperpanjang hingga 14 April 2020, untuk menekan penularan virus Corona.

Dengan begitu, tak ada satupun warga yang diizinkan untuk meninggalkan rumah tanpa alasan yang tepat. Maka pemerintah pun bertindak tegas terhadap siapapun yang melanggar.

Seperti diberitakan The Star, Inspektur Jenderap polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador menerangkan, awalnya polisi mengadopsi pendekatan yang humanis denga menasihati warga. Tapi karena semakin banyak yang melanggar, polisi pun mulai menangkap meraka.

"Sekitar 110 orang telah ditangkap dalam tujuh hari terkahir karena melanggar MCO," ungkapnya, seperti diberitakan.

1 dari 2 Halaman

Paultan.org

Abdul Hamid menegaskan kepada warga untuk tak kaget jika ngotot keluar rumah maka harus ditangkap. Warga yang tertangkap juga harus menginap di penjara.

Selain itu, polisi juga memeriksa 234.660 kendaraan di jalan nasional selama MCO. Beberapa orang masih nekat keluar rumah dan berkendara untuk alasan-alasan yang terkesan dibuat-buat.

"Contohnya terjadi di Sugai Buloh kemarin. beberapa pengendara mobil memberikan alasan beragam, seperti membeli makan ke Sungai Buloh padahal alamatnya di Shah Alam. Kami memaksa mereka untuk kembali," lanjutnya.

2 dari 2 Halaman

Sementara itu di Petaling Jaya juga demikian. Para pengendara mengaku harus pergi ke kantor ntuk menyirami tanaman, mengirim kue, membeli koran, dan keluar membeli makan siang, seperti dberitaan Berita Harian.

Kepala Polisi Distrik PJ, ACP Nik Ezanee Mohd Faisal mengatakan tak ada insiden memarahi publik atau mengkritik polisi, tapi alasan yang diberikan para pengendara menjadi indikasi bahwa masih banyak yang tidak menyadari bahayanya COVID-19

"Bahkan, beberapa yang tingal di Shah Alam mengatakan ingin membeli barang-barang dapur di PJ," ungkapnya. Polisi setempat menegaskan bahwa warga harus patuh dan jika terpaksa keluar lakukan dengan cepat dan menjaga jarak. Polisi juga menerapkan aturan satu mobil satu orang.

BERI KOMENTAR