HOME » BERITA » LOLOS UJI DAN SIAP PRODUKSI, NASIB ESEMKA TERGANTUNG PADA PEMERINTAH

Lolos Uji dan Siap Produksi, Nasib Esemka Tergantung pada Pemerintah

Kamis, 18 Oktober 2018 19:15 Editor : Dini Arining Tyas
Foday Landfort (chinaautoweb)

OTOSIA.COM - Sempat heboh saat Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo, lalu meredup ketika Jokowi naik menjadi RI 1, nama Esemka kini mulai kembali berkibar. Ada secercah harapan setelah Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan. memberikan lulus uji tipe pada lima mobil Esemka pada Fabruari dan Maret 2016.

Kelima mobil tersebut adalah Bima 1.3 (42) M/T, Bima 1.8D (42) M/T, Niaga 1.0 (42) M/T, Digdaya 2.0 (42) M/T, dan Borneo 2.7D (42) M/T. Tiga mobil lagi tinggal menunggu pengesahan lolos uji, Bima 1.0 (42) MT dan Bima 1.3 L (42) MT, serta Garuda 2.0 (44) MT. Maka total ada delapan mobil yang telah lulus uji dan mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Direktorat Sarana Perhubungan Darat Kemenhub.

Hasil ini mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak. Termasuk komunitas Mobil. Tentu ada optimis dan pesimis soal mobil nasional Esemka ini.

Foday Landfort (autochinaweb)

Mereka optimis bahwa mobil Esemka akan beredar di jalananan. Hanya saja sebagaian diantara mereka menyatakan mati hidupnya mobil Esemka bergantung niat dan dukungan pemerintah. Jika tidak, maka nasibnya akan seperti mobil Timor.

Indonesia diminta mencontoh poemerintah China yang sangat mendukung mobil nasional, sehingga beberapa mobil merek Tiongkok mampu bersaing dengan pabrikan Jepang dan Korea.

Esemka itu sebenarnya sudah keren sebagai mobil nasional, sayangnya promosinya sejak Jokowi naik jadi Presiden terkesan terhenti, malah kalah sama Wuling dan DFSK. Padahal kalau saya perhatikan Esemka tidak kalah. Kita harus mengambil contoh dari Wuling dan DFSK, kata Andri Hariadi dari Hyundai Accent Series Club Indonesia (HASCI) atau yang akrab disapa Accent-Er

Mobil Esemka yang lolos uji menurut Andri semestinya dijadikan momentum bagi industri otomotif nasional untuk bangkit, tidak hanya sebagai konsumen, namun juga produsen. Setelah diproduksi, dukungan dari pemerintah tetap harus jalan terus, bukan sebatas jargon-jargon mencintai produk dalam negeri.

Malaysia terbukti berhasil dengan Proton. Masak Indonesia yang sudah berhasil bikin Panser Anoa dan Tank Harimau Hitam cuma sekadar bikin SUV saja gak bisa? Saya berharap pemerintah terus mensupport program Esemka sampai ke tahap produksi massal dengan kualitas yang gak kalah sama Wuling. Ya konten lokalnya 90 persen deh. Jangan mimpi dulu 100 persen, imbuhnya.

Reporter : Nazarudin Ray

(kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR