HOME » BERITA » MASUK ZONA MERAH COVID-19, DUA RUAS JALAN DI SURABAYA DITUTUP

Masuk Zona Merah COVID-19, Dua Ruas Jalan di Surabaya Ditutup

Polrestabes Surabaya menutup dua ruas jalan sebagai langkah menekan penularan virus Corona di Surabaya.

Jum'at, 27 Maret 2020 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Masuk Zona Merah COVID-19, Dua Ruas Jalan di Surabaya Ditutup
Dua jalan di Surabaya ditutup (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona di Surabaya, Jawa Timur terus meningkat. Pemerintah bersama Polisi pun kini berupaya lebih keras untuk menekan penyebaran COVID-19 ini.

Polrestabes Surabaya pun menutup dua ruas jalan untuk kendaraan dan segala aktivitas masyarakat. "Dua ruas jalan yang ditutup, yakni Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo. Kedua ruas jalan ini akan diberlakukan Kawasan Social Distancing," terang Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, Jumat (27/3/2020) dikutip dari Liputan6.com.

Penutupan di Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo Surabaya akan dilakukan sejak Jumat hingga Sabtu (27-28 Maret 2020) pada pukul 19.00 WIB- 23.00 WIB. Jalan ini juga ditutup untuk kendaraan dan segala aktivitas masyarakat pada Sabtu sampai Minggu (28-29 Maret 2020), pukul 10.00 sampai 14.00 WIB.

"Jadi hari, tanggal dan jam yang seperti tadi, itu akan kami laksanakan. Itu sifatnya situasional, nah kembali lagi tujuannya kan itu merupakan upaya atau langkah yang diambil kepolisian untuk mencegah penyebaran virus

Corona b

aru (Sars-CoV-2, red), intinya di situ," kata Teddy.

1 dari 1 Halaman

Selain itu, kini bukan lagi soscial distancing yang harus dilakukan. WHO kini mulai menyampaikan soal physical distancing, yang mana jaga jarak tak dilakukan secara kehidupan sosial, melainkan dari orang ke orang.

"Karena sebenarnya sekarang itu bukan social distancing lagi, dari WHO sudah menyampaikan physical distancing. Jika ada masyarakat yang tanya tujuannya apa, tujuannya untuk mencegah penyebaran corona. Intinya itu," tambahnya.

Sedangkan untuk pengalihan arus, Teddy mengatakan akan memberlakukan pengalihan arus seperti biasanya, seperti saat penutupan jalan sewaktu digelar CFD setiap pekan.

"(Dua jalan itu) pertimbangannya supaya masyarakat juga ndak kaget, pola rekayasa juga sudah paham. Nah yang membedakan sekarang, orang pun ndak boleh melintas di situ," pungkas Teddy.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR