HOME » BERITA » TAK SENGAJA KENA TILANG ETLE, SEGINI BESARAN DENDANYA

Tak Sengaja Kena Tilang ETLE, Segini Besaran Dendanya

Sistem tilang elektronik menggunakan kamera ETLE sudah diterapkan. Jika kena pelanggaran, seperti apa denda yang dikenakan?

Sabtu, 18 Juni 2022 20:30 Editor : Arendra Pranayaditya
Tak Sengaja Kena Tilang ETLE, Segini Besaran Dendanya
Ilustrasi kamera tilang elektronik (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

OTOSIA.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sistem tersebut bekerja dengan cara memfoto kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan mengidentifikasi kendaraan tersebut. Proses ini dilakukan melalui pelacakan data kepemilikan melalui plat nomor.

Jika sudah terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas, Polri akan mengirimkan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan.

1 dari 7 Halaman

Variasi pelanggaran lalu lintas yang berlaku tidak berbeda dengan sebelumnya, sebelum pihak kepolisian menerapkan tilang elektronik. Besaran dendanya tercatat dalam Undag-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Lalu berapa denda yang harus dibayar jika melakukan pelanggaran lalu lintas?

2 dari 7 Halaman

1. Tidak memakai sabuk pengaman

Pertama adalah tidak memakai sabuk pengaman pada saat mengemudikan mobil. Penggunaan seat belt diwajibkan untuk penumpang depan, yakni pengemudi dan penumpang di sampingnya.

Jika masih nekat melanggar, maka diberikan hukuman berupa denda sebesar Rp 250.000 atau masuk penjara dengan jangka waktu paling lama 3 bulan.

3 dari 7 Halaman

2. Tidak memakai helm

Selanjutnya adalah pemotor yang tidak memakai helm.

Pada Pasal 106 Ayat 8 UU LLAJ tertulis bahwa setiap orang yang menggunakan sepeda motor, pengemudi maupun penumpang, diwajibkan memakai helm sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Bagi para pelanggar bisa dikenakan sanksi berupa pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp 250.000, sebagaimana tercatat pada Pasal 290.

4 dari 7 Halaman

3. Memakai plat nomor palsu

Ketiga adalah penggunaan plat nomor palsu. Setiap kendaraan layaknya dilengkapi dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), termasuk dokumen identitas yang sesuai.

Penggunaan TNKB yang tidak sesuai dengan dokumen kendaraan melanggar peraturan Pasal 280. Sanksi yang diberikan bisa mencakup denda sebanyak Rp 500.000 atau kurungan paling lama 2 bulan.

5 dari 7 Halaman

4. Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan

Lalu ada pelanggaran terkait rambu lalu lintas dan marka jalan. Setiap pengguna kendaraan diwajibkan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, mulai dari garis marka di jalan hingga arah jalur yang dilalui.

Bagi yang masih ?ngeyel? bisa dikenakan Pasal 287 ayat 1 dan diberi hukuman berupa denda sebesar Rp 500.000 atau penjara paling lama 2 bulan.

6 dari 7 Halaman

5. Menggunakan telepon genggam

Terakhir adalah pelanggaran penggunaan telepon genggam atau handphone selama berkendara. Berdasarkan Pasal 283 UU LLAJ, aktivitas ini dinilai dapat mengganggu konsentrasi.

Bagi para pengemudi dan pemotor yang menggunakan handphoneselama di jalan bisa diberikan sanksi berupa kurungan tahanan selama 3 bulan atau denda sebanyak Rp 750.000.

7 dari 7 Halaman

BERI KOMENTAR