HOME » BERITA » MAU TUKAR TAMBAH DENGAN SUZUKI XL7? BEGINI SYARATNYA

Mau Tukar Tambah dengan Suzuki XL7? Begini Syaratnya

Suzuki membuka tukar tambah mobil lama dengan XL7, Ertiga, dan SX4 S-Cross baru. Mobil lama yang dapat ditukar adalah produksi 2011 sampai 2019.

Kamis, 01 Oktober 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Mau Tukar Tambah dengan Suzuki XL7? Begini Syaratnya
SUV XL7 dapat ditukar dengan Suzuki lama (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Suzuki kembali membuka tukar tambah atau trade in mobil lama dengan unit baru. Selama bulan Oktober-November 2020, Suzuki Auto Value menerima tukar tambah untuk semua merek mobil penumpang dengan tahun produksi antara 2011–2019.

Mobil baru yang dapat ditukar tambah adalah Suzuki XL7, All New Ertiga dan SX4 S-Cross. Selain itu ada extra pemberian cash back hingga Rp 4 juta untuk ketiga mobil baru tersebut.

"Extra Cashback ini adalah keuntungan tambahan yang didapat konsumen di luar program penjualan reguler yang berlaku di masing-masing daerah," jelas Hendro Kaligis, Head of Business Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS)

Trade in hanya berlaku di Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Cirebon, Jambi dan Bangka Belitung. Sedangkan untuk pelat nomor mobil lama yang akan mengikuti program ini ada ketentuan tersendiri.

1 dari 1 Halaman

Misalnya, pelat B untuk wilayah Jabodetabek, pelat L atau W atau N atau S untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, pelat E untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya, pelat H untuk wilayah Semarang dan sekitarnya, pelat BN untuk wilayah Bangka Belitung, dan pelat BH untuk wilayah Jambi.

Jika tertarik ingin menukar mobil lama dengan baru, calom pembeli cukup menghubungi showroom Suzuki terdekat atau mengakses website Auto Value . Selanjutnya Tahap tim Auto Value akan membuat janji untuk dapat melakukan proses valuasi mobil lama secara langsung.

?Kami berusaha membuat prosesnya menjadi semakin mudah dan aman. Tim Auto Value yang melakukan valuasi kendaraan adalah anggota yang sehat, menggunakan masker dan menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah memulai proses," tutup Hendro Kaligis.

BERI KOMENTAR