HOME » BERITA » MELALUI PROGRAM OK-O-TRIP, SANDI INGIN ANGKOT NAIK KELAS

Melalui Program OK-O-Trip, Sandi Ingin Angkot Naik Kelas

Kamis, 14 Desember 2017 19:15 Editor : Fitradian Dhimas
Foto: Istimewa

OTOSIA.COM - Melalui program OK-Otrip, layanan transportasi angkutan massal dengan sistem satu tarif ke semua tujuan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, ingin angkot naik kelas.

Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa koperasi angkot untuk program ini seperti Koperasi Budi Luhur, Kopamilet dan Kopaja dimana angkot dari tiga koperasi ini terintegrasi dalam program OK-OTrip ini.

"Kita harapkan bisa menghadirkan integrasi dari sistem transportasi yang satu agar lebih mudah, lebih murah," jelas Sandi, Kamis (14/12).

Sandi menambahkan, jika nantinya program ini telah berjalan, pihaknya berjanji merangkul semua jenis moda transportasi di empat rute yang akan diluncurkan tahun depan. "Ini belum mencakup mini Trans karena itu bekerja sama dengan perorangan, dengan Metromini," ujarnya.

Untuk empat rute yaitu Warakas, Jelambar, Duren Sawit dan Lebak Bulus, Sandi memastikan akan merangkul sebanyak mungkin moda transportasi. Saat ini tengah disiapkan mesin tapping untuk angkot yang masuk dalam empat rute ini.

"Selama kita masih menyiapkan tap in machine-nya untuk yang di angkot ini selama periode uji coba adalah nol. Mereka yang menggunakan kartu Transjakarta itu yang belum ada mesinnya tetap dianggap nol selama periode uji coba," jelasnya.

Setelah periode uji coba usai, semua angkutan telah memiliki mesin tapping. Angkot yang masuk program OK-OTrip juga akan memiliki identifikasi khusus sehingga mudah dikenali pelanggan salah satunya dengan pemasangan stiker.

"Rencananya akan ada identifikasinya angkot-angkot tersebut dan ini sudah bekerja sama dengan kita. Itu sistemnya sudah baku per kilometer," tutup Sandi.

Melalui program OK-OTrip, pengguna transportasi hanya membayar Rp 5000 dalam sekali tapping dengan durasi tiga jam. Jika telah melewati tiga jam, maka jika warga kembali melakukan perjalanan, akan kembali dikenakan tarif Rp 5000.

 (kpl/fdk)

BERI KOMENTAR