HOME » BERITA » MELIHAT DERETAN BUS 'OLD SCHOOL' DI PAMERAN IIBT

Melihat Deretan Bus 'Old School' di Pameran IIBT

Jum'at, 23 Maret 2018 10:46 Editor : Nurrohman Sidiq
Foto by Nazar Ray

OTOSIA.COM - Pameran alat berat, aksesori, truk dan bus terbesar di Asia Tenggara atau Indonesia International Bus, Truck and Commercial Vehicle Exhibition (IIBT) dan International Auto Parts, Accessories and Equipment Exhibition (INAPA) kembali digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta, 22-24 Maret 2018.

Yang menarik, untuk mengembalikan nostalgia, PT Global Expo Management (GEM) selaku penyelenggara IIBT dan INAPA untuk kedua kali menampilkan bus-bus klasik tahun 1960-an hingga 1990-an dari berbagai daerah di Indonesia, dan pernah menjadi bagian dari sejarah transportasi darat di Indonesia.

GEM menyediakan hall khusus bagi kehadiran bus-bus klasik yang berasal dari koleksi Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), Perum Damri, koleksi pribadi, hingga perusahaan tambang.

Kehadiran bus-bus old school rupanya turut mengundang rasa penasaran dan memancing minat pengunjung untuk melihat, bahkan ikut naik di dalamnya. Rasa penasaran terhadap bus retro ini terjawab setelah PPD memberi kesempatan pengunjung untuk menikmati perjalanan singkat bersama bus klasik, meski terbatas di sekitar area JIExpo Kemayoran.

Kita bawa yang paling tua bus Mercedes-Benz tahun 1971, ada yang juga tahun 1990-an. Kita tampilkan orisinil, termasuk bangku-bangkunya. Kemudian kita tpamerkan juga bus-bus terbaru. Kenapa kita bawa, tujuannya membawa masyarakat untuk bernostalgia. Mungkin saja diantara mereka dulunya pernah naik bus ini ketika masih sekolah atau kuliah, bahkan waktu jaman pacaran, kata Desy Puspitasari, Manager Humas PPD

Dari deretan angkutan darat klasik, yang tertua adalah bus Mitsubishi Fuso R series tahun 1963, yang tampil dengan warna biru laut mencolok dipojok hall B JIExpo Kemayoran.

Bus Mitsubishi Fuso R series tahun 1963

Berikutnya yang paling menjadi primadona adalah bus Superior Coach Mercedes-Benz OF1113 produksi 1971. Bus ini pernah digunakan sebagai angkutan umum PPD di Jakarta mulai tahun 1975. Bus dengan kapasitas tempat duduk 28 orang dewasa ini dioperasikan selama lebih dari 15 tahun di Jakarta.

Bus Superior Coach Mercedes-Benz OF1113 produksi 1971

Bus PPD lain adalah Mercedes-Benz Volgren OH 408 buatan tahun 1991. Kendaraan ini memiliki sebutan bus KTT karena didatangkan saat KTT Non-Blok dan merupakan armada gelombang pertama yang didatangkan dari Volgren Australia sebelum akhirnya dibuat oleh Volgren Indonesia.

Bus Mercedes-Benz Volgren OH 408 buatan tahun 1991

Selanjutnya bus Mercedes-Benz GMM OH 306 tahun 1991. Bodi dibuat oleh PT German Motor Manufacturing. Bus ini merupakan koleksi pribadi. Sejak tahun 1991 bus ini melayani anggota DPR untuk kunjungan kerja seputaran Jakarta dan sekitarnya. Bus ini merupakan salah satu model populer di era tahun 1990-an dengan julukan Banteng oleh German Motor Manufacturing.

Bus Mercedes-Benz GMM OH 306 tahun 1991

Bus koleksi pribadi lainnya adalah milik Bambang Tri Soepandi. Bus Mercedes-Benz tipe OH 1113 ini adalah produksi tahun 1991 dengan bodi dikerjakan oleh PT German Motor Manufacturing. Bus ini dijuluki Banteng Putih oleh pemiliknya. Bambang Tri Soepandi atau akrab disapa Ongky sangat menggemari bus Mercedes-Benz. Ia membelinya dari PT Gudang Garam yang memiliki standar perawatan yang baik. Bahkan Ongky kerap mengemudikannya sendiri bus ini di kala senggang.

Bus Mercedes-Benz tipe OH 1113 produksi tahun 1991

Di luar Mercedes-Benz, ada merek Jepang, yakni Hino Rainbow AM 100 buatan tahun 1984 dengan bodi dikerjakan Yanase Body. Pemiliknya adalah PO Maju Lancar. Varian ini termasuk produk Hino di kelas bus sedang. Banyak dipasarkan di Australia. Bus bergenre karavan ini dipergunakan sebagai pendukung operasional Kementerian Penerangan di era 1980-an. Di Jepang bus ini mulai diperkenalkan tahun 1976.

Hino Rainbow AM 100 buatan tahun 1984

Busa Jepang lainnya Mitsubishi Colt Diesel 100 PS karoseri lokal dan dimiliki sekarang oleh PT Timah. Bus Pownis dengan sebagian karoseri dari kayu ini basisnya adalah truk medium produksi 1987. Di pulau Bangka bus ini digunakan sebagai city tour untuk anak sekolah maupun mayarakat umum secara gratis. Yang menarik, di pulau Bangka sejak tahun 1950-an sudah ada bus yang terbuat dari kayu. Bus Pownis ini menjadi bus terakhir yang tersisa dari bus kayu di Bangka.

Bus City Tour Pownis, Mitsubishi Colt Diesel 100 PS buatan 1987

Terakhir adalah bus Mercedes-Benz O 815 D buatan tahun 1995 milik Perum Damri. Bodi bus ini dibuat juga oleh PT German Motor Manufacturing. Armada perintis Perum Damri ini dioperasikan di Kalimantan Barat. Bus berbasis van serbaguna tersebut dibuat antara tahun 1995-2003. Ada 90.743 unit yang dipasarkan di seluruh dunia. Salah satu produk Mercedes-Benz yang mengalami transisi emisi gas buang dari Euro III ke Euro IV di tahun 2000.

Bus Mercedes-Benz O 815 D buatan tahun 1995

Reporter : Nazar Ray

(kpl/nzr/sdi)

BERI KOMENTAR