HOME » BERITA » MEMAHAMI ATURAN EURO 4, 5, DAN 6

Memahami Aturan Euro 4, 5, dan 6

Emisi gas buang kendaraan bermotor memiliki standar tertentu. Standar emisi tersebut untuk mengurangi polusi yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Senin, 16 Maret 2020 18:15 Editor : Dini Arining Tyas
Memahami Aturan Euro 4, 5, dan 6
Standar emisi gas buang kendaraan bermotor (express.co.uk)

OTOSIA.COM - Emisi gas buang kendaraan menjadi salah satu penyumpang polusi sehingga menurunkan kualitas udara. Itu mengapa di negara-negara maju emeisi gas buang kendaraan menjadi perhatian mereka.

Emisi gas buang kendaraan bermotor sendiri mengandung gas karbon dioksida (Co2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), volatile hydro carbon (VHC), dan partikel lain. Kandungan tersebut memiliki ampak negatif pada manusia dan lingkungan sekitar jika melebihi ambang konsentrasi tertentu.

Menurut laman Hyundai Indonesia, alasan tersebut membuat negara-negara tersebut lantas menetapkan standar emisi gas buang bagi mobil-mobil baru yang hendak dijual. Uni Eropa contohnya, mengeluarkan peraturan yang mewahibkan penggunaan katalis untuk mobil bensin atau dikenal dengan aturan Euro 1, pada awal 1990.

1 dari 2 Halaman

Aturan tersebut lantas terus berkembang secara bertahap dan semakin ketat. Setelah aturan Euro 1, lalu menjadi standar Euro 2 pada tahun 1996, Euro 3 pada tahun 2000, Euro 4 pada tahun 2005, dan Euro 5 pada tahun 2009.

Kini sejak tahun 2014, aturan tersebut pun meningkat menjadi Euro 6. Aturan tersebut juga berlaku untuk mobil diesel dan komersil berukuran kecil dan besar.

Lalu aturan tersebut diadopsi oleh beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Perkembangan aturan standar emisi gas buang tersebut juga diimbangi dengan peningkatan kualitas BBM.

Euro 1 mengharuskan mesin diproduksi dengan teknologi yang hanya bisa menggunakan bensin tanpa timbal. Euro 2 untuk mobil diesel harus menggunakan solar dengan kadar sulfur di bawah 500 ppm.

2 dari 2 Halaman

Begitu seterusnya, semakin baru aturan emisi gas buang maka bahan bakarnya pun semakin berkualitas. Maka, Euri 3, Euro 4, dan Euro 5 pun harus menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur yang lebih sedikit.

Sementara itu, di Indonesia sudah memberlakukan standar Euro 4 untuk mesin bensin. Sementara untuk mesin diesel baru berlaku mulai 2022 mendatang.

Pada standar Euro 4, kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh melebihi 80 mg/km. Sedangkan untuk mesin diesel tidak boleh melebihi 250 mg/km dan untuk diesel particulate matter tidak boleh melebihi 25 mg/km.

BERI KOMENTAR