HOME » BERITA » MEMBANDINGKAN RASA BERKENDARA NISSAN LEAF DAN HYUNDAI IONIQ

Membandingkan Rasa Berkendara Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq

Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq mempunyai banderolan harga yang cukup berdekatan. Bagaimana rasa berkendara kedua mobil itu?

Jum'at, 26 November 2021 09:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Membandingkan Rasa Berkendara Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq
Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

OTOSIA.COM - Pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 kemarin beberapa merek menghadirkan mobil listrik sebagai salah satu daya tarik utamanya.

Brand yang menampilkan Electric Vehicle (EV) adalah Morris Garage (MG), Wuling, Nissan dan Hyundai. Kedua merek mobil terakhir mempunyai produk EV dengan banderolan harga cukup mirip.

1 dari 6 Halaman

Nissan menawarkan LEAF mulai dari Rp 649 juta. Banderol tersebut berada di antara harga jual Hyundai Ioniq, mulai Rp 637 juta untuk tipe Prime dan Rp 677 juta untuk tipe Signature.

Hal ini sempat Otosia bahas melalui artikel tentang komparasi Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq beberapa waktu lalu. Kali ini Otosia akan membandingkan keduanya saat dikendarai.

2 dari 6 Halaman

Hyundai Ioniq

Hyundai Ioniq di paddock test drive GIIAS 2021 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Pertama Otosia berkesempatan menjajal Hyundai Ioniq tipe tertinggi Signature. Unit ini dijajal saat GIIAS lalu.

Hyundai Ioniq menawarkan fitur lebih komplet, seperti lampu depan LED, pendingin kursi, sunroofwireless charger, serta fitur Blind Spot Warning (BCW) dan Rear Cross-Traffic Collision Warning (RCCW).

Kendati demikian kumpulan fitur tersebut kurang berpengaruh, lantaran area pengetesan dan waktu yang tersedia cukup terbatas.

3 dari 6 Halaman

Interior Hyundai Ioniq (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Kesan pertama yang menarik perhatian saat masuk adalah pendingin jok depan. Hal ini kami nilai sangat berguna pada saat test drive di bawah terik matahari. Fitur ini hanya tersedia pada Ioniq tipe termahal.

Kebetulan setingan regenerative braking pada Hyudai Iioniq yang kami coba cukup kuat. Alhasil pengemudi perlu menyesuaikan cara melaju dan berhenti. Sebab, setiap kali telapak kaki diangkat dari pedal gas, mobil akan secara perlahan melakukan pengereman.

Kendati demikian, efek pengereman dengan mudah dipahami. Menurut kami, pengemudi tidak perlu waktu lama untuk bisa menggunakan fitur one pedal driving melalui fitur tersebut.

4 dari 6 Halaman

Nissan LEAF

Nissan LEAF di paddock test drive GIIAS 2021 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Berlanjut ke NIssan LEAF. Di Indonesia mobil ini hanya tersedia dalam satu varian. Lantaran Nissan LEAF generasi kedua ini sudah ada sejak tahun 2018, interiornya terlihat kurang modern dibanding Ioniq.

Sebagai contoh, area sekitar head unit masih dilengkapi tombol-tombol besar ? yang meski fungsional -- kurang terlihat estetik. Sementara speedometer bawaannya tidak sepenuhnya digital.

Satu hal yang menurut kami cukup mengganggu adalah tuas atau kenob transmisi pada Nissan LEAF. Berbeda dengan Hyundai yang menggunakan tombol, kenob pada Nissan LEAF tidak diberikan label sama sekali, sehingga butuh waktu untuk memahami pengoperasiannya.

5 dari 6 Halaman

Interior Nissan LEAF (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Yang menarik, motor listrik pada Nissan LEAF cenderung lebih sunyi. Bahkan pada saat dicoba di sesi jalanan umum, deru dari ban lebih terdengar dibandingkan motor listriknya.

Selain itu, Nissan LEAF juga terasa sedikit lebih bertenaga dibanding Ioniq. Wajar, mengingat motor listrik  Nissan LEAF menghasilkan output 148 hp dengan torsi 320 Nm. Sedangkan Ioniq mempunyai tenaga sebesar 139 hp dan torsi 295 Nm.

6 dari 6 Halaman

Regenerative braking pada unit uji coba ini lebih kuat dibandingkan kepunyaan Ioniq. Bahkan pada saat telapak kaki diangkat dari pedal gas, efeknya kami nilai mirip dengan seorang pengemudi yang sedang melakukan pengereman keras.

Dengan efek pengereman cukup kuat, pemilik mobil ini kemungkinan besar harus beradaptasi lebih lama untuk bisa melakukan one pedal driving.

BERI KOMENTAR