HOME » BERITA » MEMBELI MOBIL SECARA KREDIT LEBIH BAIK DARIPADA CASH?

Membeli Mobil Secara Kredit Lebih Baik Daripada Cash?

Banyak yang menganggap membeli mobil secara cash lebih baik daripada kredit karena tidak pusing memikirkan cicilan. Namun, sebenarnya metode pembayaran kredit ada sejumlah keuntungan.

Jum'at, 09 Oktober 2020 10:15 Editor : Nazarudin Ray
Membeli Mobil Secara Kredit Lebih Baik Daripada Cash?
Ilustrasi calon pembeli mobil dalam pameran IIMS (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Banyak yang mengatakan membeli mobil secara cash lebih enak dari pada kredit karena tidak pusing memikirkan angsuransi tiap bulan. Kredit kendaraan dianggap sebagai hutang yang wajib dibayar secara mencicil setiap bulan.

Namun benarkah membeli kendaraan secara tunai lebih baik ketimbang mencicil? Cara pembelian keduanya tetap punya plus dan minus. Nah, jika berniat membeli mobil baru perlu juga dipikirkan dampak negatfnya.

Misalnya, membeli mobil dengan harga Rp 100 jutaan secara tunai. Mobil di harga tersebut ada beragam pilihan, termasuk variasi harganya. Pilihannya ada Low Cost Green Car (LCGC) yang dijual mulai dari harga Rp 100 jutaan – Rp 170 jutaan.

Mobi LCGC dengan label harga terjangkau tersebut memberi angin segar bagi mereka yang mau memiliki mobil. Bayar tunai pun bagi sebagian orang bukan persoalan demi bisa memiliki mobil tersebut.

Menurut Dila Karinta, Head of Public Relation Lifepal Technologies Indonesia, ketika tertarik memboyong mobil LCGC atau dengan harga tidak jauh berbeda, jangan terburu nafsu untuk membelinya secara tunai.

"Lebih baik pahami betul konsekuensinya, termasuk kerugian-kerugian membeli mobil tunai," imbuhnya.

Setidaknya ada 4 hal yang harus dipikirkan ketika membeli mobil secara tunai. Keempat hal tersebut adalah:

1 dari 4 Halaman

1. Risiko dana darurat terpakai

Pembelian mobil dalam perencanaan keuangan dikategorikan sebagai tujuan keuangan jangka menengah atau jangka panjang. Rencana dalam mempersiapkan dananya boleh dengan menabung atau investasi.

Pada gilirannya dana darurat bisa dapat saja terpakai demi mewujudkan keinginan memiliki mobil dengan cepat, meski kendaraan bukanlah kebutuhan yang urgen..

"Namun tentu berbeda halnya jika dana darurat untuk kebutuhan pokok 6-7 bulan sudah ada di tabungan, memiliki investasi, serta Anda juga sudah memiliki asuransi kesehatan yang dibayar secara rutin. Sehingga terbukti bahwa ada uang lebih yang memang tidak terpakai dan mencukupi untuk membayar mobil secara tunai tanpa menambah resiko finansial." paparnya.

2 dari 4 Halaman

2. Informasi debitur (iDeb) tidak update

Orang yang sering mengambil kredit dari lembaga keuangan, baik lewat cicilan kartu kredit maupun pinjaman, secara tidak langsung memperbarui Informasi Debitur (iDeb) miliknya.

Jika orang tersebut disiplin membayar cicilan, skor kredit beliau tercatat bagus di iDeb dalam SLIK OJK. Skor yang bagus membuka peluang buat mendapat pinjaman KPR atau kartu kredit dari bank.

"Tapi sayangnya, membeli mobil secara kontan bikin skor di iDeb tidak terbarui (update). Inilah kerugian yang juga sebaiknya dipertimbangkan," terangnya.

3 dari 4 Halaman

3. Bukan prioritas dealer

Umumnya pembelian secara tunai tidak menjadi prioritas dealer, khususnya sales. Tenaga penjual ini lebih menyukai orang-orang yang hendak membeli mobil secara kredit.

Apabila membeli tunai, biasanya customer akan diminta menunggu lebih lama ketimbang beli secara kredit. Istilahnya ?indent order?. Kalau mau cepat, pada umumnya sales akan menawarkan unit mobil yang tersedia atau di-display di dealer tersebut.

"Kalau tidak sabar buat mengendarai mobil sendiri, lebih baik beli mobilnya secara kredit. Namun begitu, ada juga kok dealer yang tidak pilih-pilih dalam mengutamakan customernya," tukasnya.

4 dari 4 Halaman

4. Tidak ada proteksi asuransi

Asuransi kendaraan tentu harus menjadi pertimbangan. Satu lagi kerugian membeli mobil cash yang perlu dijadikan pertimbangan adalah tidak adanya asuransi mobil yang diberikan. Itu berarti jika mobil mengalami kerusakan, pemiliknya harus menanggung sendiri kerugiannya. "Ini berarti menambah resiko finansial Anda," ucapnya.

Yang perlu diingat, perbaikan mobil memerlukan biaya yang tidak murah. Menurur Dila, berdasarkan temuan Lifepal, satu titik kerusakan rata-rata harga perbaikannya Rp 300 ribu. Ini belum termasuk jika ada tabrakan atau kerusakan yang membuat mesin rusak.

"Dengan membeli mobil secara tunai tanpa asuransi mobil, Anda harus menanggung risiko tabrakan itu sendiri, termasuk menanggung risiko kendaraan lain yang ditabrak," katanya.

Jadi jika ingin membeli kendaraan, baik tunai maupun kredit, masing-masing ada nilai positif dan negatifnya. Namun yang terpenting jangan lupa ambil asuransi mobil agar tidak bikin keuangan tekor akibat risiko tidak terduga.

BERI KOMENTAR