HOME » BERITA » MEMBUKTIKAN KENYAMANAN WULING ALMAZ, LIBAS JALUR MALANG-PANDAAN-BATU

Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-Batu

Wuling Almaz dibekali fitur canggih ala SUV papan atas dan diklaim memberikan kenyamanan bagi penumpangnya. Lalu seberapa nyaman dan tangguh Wuling Alma?

Rabu, 12 Juni 2019 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-Batu
Wuling Almaz (Otosia.com/Nurrohman Sidiq)

OTOSIA.COM - Mobil pabrikan Tiongkok mulai dilirik di pasar Indonesia. Meski tak bisa dipungkiri, masih ada yang memandang sebelah mata mobil pabrikan negeri tirai bambu itu.

Padahal, fitur-fitur yang ditawarkan mobil-mobil China itu sudah sangat menarik dengan harga yang sangat bersaing. Sebut saja SUV pertama Wuling yang dipasarkan di Indonesia, Almaz.

Pabrikan mengklaim bahwa SUV ini bisa memberikan kenyamanan bagi penumpang. Tim Otosia.com mencoba membuktikan seberapa nyaman SUV andalan Wuling itu.

Wuling Almaz (Otosia.com/Nurrohman Sidiq)

Perjalanan memakai Wuling Almaz dilakukan mulai Kota Malang menuju Pandaan, Kota Wisata Batu, dan kembali ke Kota Malang. Menempuh jarak sekitar 100 kilometer, tak terlalu jauh memang. Tapi Almaz dicoba untuk menjelajah jalanan perkotaan, tol, hingga jalur naik-turun dan berliku khas dataran tinggi.

Saat mengendalikan kemudi SUV 5-penumpang itu, kesan pertama yang terasa adalah cukup mengesankan. Kursi pengemudi sudah dibekali pengaturan elektrik, yang bisa dinaik-turunkan dan dimaju-mundurkan dengan mudah. Sehingga pengemudi bisa mendapatkan posisi terbaik untuk melakukan perjalanan cukup jauh.

1 dari 5 Halaman

Mode Eco

Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-BatuMode Eco

Selama di jalanan perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat, masih menyenangkan. Fun to drive, karena menggunakan CVT pergantian gigi pun terasa halus. 

Almasz juga dibekali mode Eco, untuk gaya mengemudi yang lebih hemat bahan bakar. Selama menggunakan mode Eco, kami sempat angka pada instrument cluster sempat menunjukkan 10,3 kilometer per liter.  

Tapi selama memakai mode Eco, tarikan mesin memang tak seresponsif saat mode Eco tak diaktifkan. Kecepatan selama menggunakan mode Eco hanya berkisar pada 60 kpj. 

2 dari 5 Halaman

Makin Laju Makin Anteng

Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-BatuMakin Laju Makin Anteng

Rasa berkendara di jalan tol juga terasa masih nyaman-nyaman saja meskipun kecepatan tinggi. Karena jalan tol Malang-Pandaan cukup lengang, kami mencoba menginjak pedal gas hingga jarum speedometer berada di angka 120 kpj. 

Meski tanpa mengaktifkan mode Sport, menariknya setir terasa tak melayang saat kecepatan semakin tinggi. Rasanya tetap stabil. Justru setir semakin berat ketimbang kecepatan normal antara 60 kpj hingga 80 kpj. 

Saat kecepatan tinggi di tol Malang-Pandaan itu, penumpang di depan dan belakang juga masih nyaman-nyaman saja. Terlebih di baris kedua ruang kabinnya luas. Ruang kaki yang luas juga membuat penumpang belakang tak perlu menekuk kaki lama-lama. Untuk postur badan 160 cm, masih bisa meluruskan kaki. 

Begitu pula untuk penumpang di kursi depan yang memiliki ruang kaki tak kalah lapang. Ini jadi nilai plus bagi Almaz, selain soal performa. Berbicara soal kabin lapang, untuk perjalanan jauh recommended lah. 

Apalagi kursi baris kedua Almaz bisa dilipat rata, hingga menyediakan ruang bagasi yang lebih lapang. Bukan hanya bisa menampung banyak barang, tapi bisa dimanfaatkan untuk istirahat saat perjalanan jauh. 

3 dari 5 Halaman

Libas Tanjakan Ekstrem

Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-BatuLibas Tanjakan Ekstrem

Saat melewati jalur Pandaan-Malang non tol, rasanya masih menyenangkan meski melintasi jalanan menanjak cukup panjang di sekitar kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Begitu pula saat masuk ke jalur Malang-Batu via Karangploso.

Tak banyak tanjakan di jalur tersebut, tapi ada satu tanjakan yang cukup ekstrem. Ada belokan sebelum dan sesudah tanjakan. Lancar, tanjakan ekstrem berhasil ditaklukkan tanpa terasa raungan mesin.

Padahal saat melewati tanjakan ini, kami menggunakan mode Eco. Ya, hanya untuk membuktikan seberapa tangguh SUV perdana Wuling itu. 

Selain itu, penumpang belakang juga tak merasakan body-roll berlebihan saat Almaz meliuk-liuk di jalanan berkelok. Bahkan kami sengaja mencoba membanting setir alias \'ngebok\' kalau kata orang Jawa, untuk mencoba mencari rasa body-roll yang biasanya menyebabkan penumpang mabuk. Hasilnya, tak terasa.

4 dari 5 Halaman

Tak Bosan

Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-BatuTak Bosan

Penumpang juga tak akan bosan selama perjalanan dengan adanya sistem hiburan yang tersedia di Wuling Almaz. Sistem hiburannya didukung dengan konektivitas Bluetooth, USB, dan AUX yang bisa disambungkan dengan gadget penumpang. 

Pada head unit berukuran 10 inci, penumpang juga bisa melihat berbagai informasi yang dibutuhkan. Mulai dari musik, cuaca, radio, pengaturan AC, hingga informasi tekanan ban secara real time. Pada cluster instrument, pengemudi juga bisa melihat informasi yang terhubung dengan head unit. 

Adanya panoramic sunroof yang menambah kesan mewah Almaz, juga menambah kesan lega ruang kabin. Apalagi kalau Almaz dipakai melintas di jalanan yang sejuk. Membuka sunroof bisa terasa menyenangkan. 

5 dari 5 Halaman

Kapasitas Kurang

Membuktikan Kenyamanan Wuling Almaz, Libas Jalur Malang-Pandaan-BatuKapasitas Kurang

Untuk ukuran SUV Cina yang mungkin belum banyak mendapat kepercayaan, Wuling Almaz sebenarnya bisa jadi alternatif, dengan fitur dan performa yang cukup mumpuni. Hanya saja, yang kami sayangkan adalah kapasitas penumpang Almaz yang hanya 5 orang.  

Jika berandai-andai Almaz bisa memiliki konfigurasi 5+2 atau 7-penumpang sekalian, mungkin nilai plusnya bisa bertambah. Mengingat konsumen Indonesia yang masih cenderung menyukai mobil yang bisa mengangkut banyak orang. 

BERI KOMENTAR