HOME » BERITA » MEMILIH BAN MOTOR SAAT MUSIM HUJAN, JANGAN LUPA CEK BAGIAN INI

Memilih Ban Motor Saat Musim Hujan, Jangan Lupa Cek Bagian ini

Saat memasuki musim penghujan pilihlah ban sepeda motor yang tepat untuk kondisi tersebut. Pilihlah ban yang bagian dindingnya tertulis Wet and Dry.

Rabu, 16 September 2020 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Memilih Ban Motor Saat Musim Hujan, Jangan Lupa Cek Bagian ini
Ilustrasi pengendara sepeda motor saat melewati jalan basah (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Saat ini kondisi cuaca terkadang tidak menentu. Ini membuat pengendara motor harus selalu siap pada berbagai kondisi jalan. Jika pagi cerah, bukan berarti siang atau sore hari cuaca akan tetap bersahabat.

Perubahan cuaca tiba-tiba dari panas ke hujan inilah yang menuntut bikers lebih jeli memilih ban motor yang tepat.

Pemilihan ban saat musim hujan sangat berpengaruh terhadap keselamatan di jalan. Jangan pilih ban dari modelnya, namun pakailah ban yang cocok untuk kondisi jalan basah.

"Kalau mau beli ban, lihat dulu dinding bannya, ada tulisan Wet and Dry atau tidak. Pilih yang sesuai dengan kondisi cuaca dan jalan," buka Freddy Yohannes, Head of Promotion PT Banteng Pratama Rubber (BPR) selaku produsen ban Mizzle.

1 dari 3 Halaman

Menurut Freddy ban dengan petunjuk Wet and Dry, artinya ban tersebut dapat digunakan di jalan basah maupun kering. "Di Indonesia ini, apalagi sekarang, cuaca cepat berubah-ubah, kadang panas, tapi kemudian tiba-tiba hujan. Jadi saya sarankan pakai ban yang untuk kedua musim itu," imbuhnya.

Dinding ban yang tercetak informasi Wet and Dry menandakan bahwa ban tersebut sudah diuji oleh pembuatnya. Artinya ban tersebut telah melalui serangkan test, baik di kondisi basah maupun panas.

"Apabila produsen ban memberikan informasi tentang wet and dry, tentunya ban itu sudah di pabrik. Jadi aman digunakan saat basah dan kering," tukasnya.

 

 

2 dari 3 Halaman

Namun demikian, ada pula ban yang tidak menampilkan informasi peruntukan ban. Misalnya tertulis wet atau dry saja. 

"Yang tidak ada informasinya, itu yang membingungkan konsumen. Tapi memang ada yang menulis salah satu diantaranya, kayak wet saja, atau dry saja," paparnya.

Untuk lebih aman, Freddy menyarankan pemilik motor sebaiknya mengecek kembali kondisi ban. Jika sudah botak atau keras sebaiknya ganti baru. Jika ban terasa licin itu menjadi pertanda telah melewati batas keausan ban atau TWI karena sudah tidak bisa mencengkeram jalan dengan baik.

 

3 dari 3 Halaman

Patokan lainnya adalah, jika motor sudah mencapai 32 ribu kilometer, perlu dilakukan penggantian. Soal ini jangan ditunda-tunda semi keamanan dan keselamatan di jalan.

"Berapa lama dia pakai bannya, pokoknya 32 ribu kilometer dia harus ganti ban baru. Sebab waktu pemakaian setiap orang bebeda-beda. Kalau hujan, jangan lupa turunkan tekanan angin sesuai yang direkomendasikan," pungkasnya.

BERI KOMENTAR