HOME » BERITA » MEMPREDIKSI 3 POTENSI BAHAYA SAAT NAIK MOTOR DI JALAN RAYA

Memprediksi 3 Potensi Bahaya Saat Naik Motor di Jalan Raya

Selain menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, pengendara motor dituntut harus mampu memprediksi potensi bahaya di jalan raya.

Jum'at, 18 September 2020 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Memprediksi 3 Potensi Bahaya Saat Naik Motor di Jalan Raya
Ilustrasi, gaya berkendara "emak-emak" kerap mengundang bahaya (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Selain mempersiapkan sepeda motor dengan baik, memakai perlengkapan berkendara yang aman, hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan berkendara. Kemampuan berkendara termasuk di dalalamnya mengantisipasi segala kemungkinan bahaya yang mengintai di jalan raya.

Pasalnya ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab dalam terjadinya suatu kecelakaan, antara lain manusia, kendaraan, dan lingkungan dalam bentuk jalan raya. Ketika berkendara, faktor manusia menyumbang porsi terbesar terbesar yang dapat menjadi penyebab suatu kecelakaan.

"Pada dasarnya ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan oleh manusia ketika sedang berkendara yaitu menganalisa situasi, mengambil keputusan, dan mengoperasikan kendaraan dengan baik. Satu kesalahan saja dapat menjadi penyebab besar akan terjadinya kecelakaan," buka Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Guna meminimalisir kecelakaan, pengendara dituntut mampu memprediksi suatu risiko bahaya di jalan raya agar analisa situasi dan pengambilan keputusan tepat sesuai kebutuhan. Terlebih, jalan raya di Indonesia sangat padat dan masih banyak pengendara yang tidak disiplin, yang menjadikan risiko bagi pengendara lain.

Berikut adalah risiko-risiko bahaya yang dihadapi pengendara di jalan:

1 dari 3 Halaman

1. Pengendara lain

Pengendara dengan berbagai macam latar belakang dan perilaku yang berbeda juga dapat menjadi suatu potensi bahaya yang mengancam kita.

"Keadaan emosional dan teknik berkendara pun sangatlah beragam sehingga salah satu caranya adalah menjaga jarak aman dengan pengendara yang lain dan tidak mengikuti pengendara yang terlihat ugal-ugalan di jalan raya,? kata Ludhy.

Selain itu, pengendara pun harus mampu menjaga emosi agar dapat mengontrol kendaraan dengan baik.

 

 

2 dari 3 Halaman

2. Kondisi jalan dan cuaca

Banyak jalan-jalan di Indonesia yang jelek, dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Misalnya jalan berlubang atau berpasir. Ketika berkendara menemui jalanan berlubang sebaiknya kita mengontrol kecepatan dan berkendara dengan posisi setengah berdiri agar guncangan yang di terima tubuh tidak terlalu keras.

Ketika jalan berpasir, hindari rem secara mendadak karena akan menyebabkan roda terkunci dan terjatuh. Cuaca seperti hujan atau berkabut juga berpengaruh terhadap keselamatan para pengendara karena mengurangi aspek visual ketika berkendara.

"Kita harus mampu mengontrol kecepatan agar mampu memprediksi dan menganalisa situasi dengan tepat," imbuh Ludhy.

 

3 dari 3 Halaman

3. Transportasi umum

Moda tranportasi darat di Indonesia sangat beragam. Namun yang terpenting adalah pengendara harus tetap menjaga jarak aman, seperti dengan transportasi umum agar bisa melihat pergerakannya ketika mengemudi dan bisa tepat dalam mengambil keputusan ketika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Masih banyak lagi potensi bahaya yang harus kita prediksi untuk meminimalisir terjadinya suatu kecelakaan, namun yang terpenting adalah kendalikan kecepatan sesuai aturan berkendara, konsentrasi, dan gunakan perlengkapan berkendara yang aman," pungkas Ludhy.

 

BERI KOMENTAR