HOME » BERITA » MENDEREK MOBIL MOGOK, PERHATIKAN BEBERAPA HAL INI

Menderek Mobil Mogok, Perhatikan Beberapa Hal Ini

Ketika menderek mobil mogok, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai tanda-tanda saat berkendara dan perlengkapan yang harus tersedia.

Sabtu, 23 Maret 2019 19:15 Editor : Cornelius Candra
Mobil diderek (Autodna.com)

OTOSIA.COM - Mobil mogok selalu menjadi masalah yang merepotkan, apalagi jika terjadi pada malam hari. Hal yang bisa dilakukan adalah, dengan menelepon penyedia derek kendaraan, dan jika tidak bisa meminta bantuan pengendara lain bisa menjadi alternatif.

Namun, saat hendak menderek mobil yang mogok, ada hal yang harus diperhatikan, seperti dilansir Liputan6.com dari Suzuki Indonesia:

Siapkan tali penarik

Untuk bisa menderek mobil, pakai tali penarik yang kuat. Bisa yang terbuat dari bahan baja atau tambang. Karena penting, ada baiknya jika Anda selalu menyediakan tali penarik di bagasi mobil sebagai langkah antisipasi.

Perhatikan berat mobil

Saat akan menderek mobil yang mogok, Anda harus pastikan dulu bobot mobil yang menderek lebih besar (lebih berat) dibandingkan mobil yang akan diderek. Jelas tujuannya untuk lebih memudahkan proses penderekan.

Pasang tali derek di tempat yang tepat

Memasangkan tali penarik yang akan dipakai untuk menderek itu memang gampang-gampang susah. Beberapa mobil memang punya pengait yang ada di bagian bumper depan atau belakang. Tetapi jika Anda kesulitan, coba cek buku manual kendaraan supaya lebih jelas.

Ingat, jangan sekali-kali mengikat tali derek pada bumper atau suspensi karena tidak kuat menahan bobot kendaraan yang akan diderek.

Perhatikan panjang tali derek

Tampak sepele memang, namun panjang tali berpengaruh pada keselamatan Anda. Panjang tali yang disarankan adalah sekitar 4 meter atau kurang lebih sepanjang bodi mobil yang akan diderek. Hal ini penting supaya mobil mudah dikendalikan ketika akan mengerem dan berbelok.

Jalan perlahan saja

Saat menderek mobil, pastikan tali tidak kendur. Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan entakan risiko tali putus. Kemudian, mobil penderek sebaiknya memacu kendaraan secara perlahan untuk meminimalisir kemungkinan entakan dan tali putus. Supaya laju mobil yang diderek tetap stabil, batas kecepatan maksimal adalah 30 sampai 40 kilometer per jam.

Kenali rute

Sebelum melakukan penderekan, diskusi dulu kepada si penderek rute mana yang akan ditempuh. Hal ini penting supaya nantinya penderek dan mobil yang diderek bisa mengantisipasi rute-rute yang berlubang, tanjakan, turunan hingga persimpangan.

Nyalakan lampu

Saat mulai diderek, langsung nyalakan lampu utama. Hal ini penting supaya pengguna jalan bisa mengetahui kondisi mobil Anda.

Jika berhenti nyalakan lampu hazard dan gunakan jua lampu sein ketika berbelok, jauh sebelum tikungan. Jika mobil bermasalah saat diderek, beri tanda memakai lampu jauh atau membunyikan klakson.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR