HOME » BERITA » MENDETEKSI KAMPAS REM CAKRAM SEPEDA MOTOR HARUS DIGANTI

Mendeteksi Kampas Rem Cakram Sepeda Motor Harus Diganti

Indikasi kampas rem cakram habis setidaknya diketahui dari dua hal, yakni cara kerja rem hidraulik dan adanya udara palsu di sistem rem hidrolik.

Kamis, 24 September 2020 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Mendeteksi Kampas Rem Cakram Sepeda Motor Harus Diganti
Ilustrasi penggantian kampas rem sepeda motor (Istimewa)

OTOSIA.COM - Berfungsi memperlambat atau menghentikan laju, sistem pengereman merupakan komponen yang sangat vital bagi kendaraan. Hanya saja banyak pemilik sepeda motor yang belum mengetahui teknik pengereman yang benar, termasuk mendeteksi kampas rem harus diganti.

Tak sedikit juga pengguna sepeda motor yang berpikir jika ingin menghentikan kendaraan cukup tekan tuas rem saja dan kendaraan akan berhenti. Pengereman yang dilakukan dengan baik, selain untuk menjaga keselamatan diri sendiri, juga akan menjaga keselamatan pengendara lainnya yang di saat bersamaan menggunakan kendaraan.

Saat ini ada tiga jenis rem yang terpasang pada sepeda motor, yakni tromol, cakram dan Comby Brake System (CBS). Jenis rem yang terakhir dan ada pada beberapa model motor Honda, cara kerjanya 1 tuas dapat mengerem roda depan dan belakang dengan komposisi yang tepat.

1 dari 4 Halaman

Tidak hanya fitur CBS, namun juga fitur Anti Lock Brake System (ABS) juga hadir pada beberapa varian sepeda motor. ABS dirancang untuk mencegah roda mengunci pada saat pengereman mendadak atau pengereman di kondisi jalan licin dengan cara mengatur tekanan hidrolik pada system pengeremannya.

"Selain perlu memahami pengereman yang baik, pengendara juga wajib mengetahui cara merawat rem pada sepeda motor agar tetap aman dan nyaman ketika dikendarai. Jika sepeda motor menggunakan jenis rem tromol dan cakram maka hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 4.000 km," terang Ade Rohman, Technical Service Sub Department Head PT Daya Adicipta Motora.

 

2 dari 4 Halaman

Keausan kampas rem

Selanjutnya periksa keausan kanvas rem terhadap batas servis melalui indikatornya. "Bagi sepeda motor yang sudah menggunakan jenis rem cakram, perawatan juga bisa dilakukan dengan membersihkan piringan cakran sampai ke bagian lubang anginnya," imbuh Ade.

Lalu untuk pemeriksaan rem jenis tromol dapat dilakukan mulai dari mengecek keausan rem tromol, pemeriksaan jarak main bebas handle rem untuk rem depan 10-22 mm, rem belakang matic 10-22 mm, cub dan sport 20-30 mm, stel jarak main bebas rem apabila tidak standar dapat memutar mur penyetel pada bagian ujung kabel rem, dan terakhir periksa lampu switch rem.

 

3 dari 4 Halaman

Jika pemeriksaan dilakukan pada sepeda motor dengan jenis rem cakram, pemeriksaan terbagi ke dalam 2 bagian yaitu cara kerja rem hidraulik dan pemeriksaan jika adanya udara palsu di sistem rem hidrolik.

Untuk cara kerja rem hidraulik dapat dilakukan dengan langkah awal memposisikan motor pada standar tengah. Selanjutnya periksa kelancaran putaran roda dua saat tuas rem bebas, jika bisa berputar lancar maka dapat dikatakan normal. Kemudian tekan dan lepaskan tuas rem beberapa kali, putar kembali roda harus berputar lancar.

"Ulangi langkah-langkah tersebut untuk memastikan rem bekerja dengan normal," tukas Ade.

 

4 dari 4 Halaman

Apabila saat pemeriksaan adanya udara palsu pada sistem rem hidrolik maka hal pertama adalah menekan dan menahan tuas rem, dikatakan normal jika tuas rem terasa ada tekanan yang kuat.

Namun jika ada udara palsau terasa tidak ada tekanan atau kosong, maka disarankan mengganti minyak rem dengan yang baru dan lalukan pemerikaan adanya kebocoran pada sistem rem hidrolik.

"Pada dasarnya sistem pengereman tipe tromol dan cakram dilengkapi dengan indikator keausan. Jika indikator sudah sejajar atau menipis dengan batas maksimal keausannya maka harus segera melakukan penggantian kampas rem," pungkasnya.

BERI KOMENTAR