HOME » BERITA » TEKAN MOBILITAS MASYARAKAT, SISTEM GANJIL-GENAP KEMBALI DIBERLAKUKAN

Tekan Mobilitas Masyarakat, Sistem Ganjil-Genap Kembali Diberlakukan

Selain memberlakukan penutupan beberapa ruas jalan, Satuan Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, juga kembali memberlakukan sistem ganjil-genap

Rabu, 07 Juli 2021 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Tekan Mobilitas Masyarakat, Sistem Ganjil-Genap Kembali Diberlakukan
Polisi memberikan surat tilang (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

OTOSIA.COM - Kasus COVID-19 di Indonesia terus melonjak. Karena itulah pemerintah semakin serius membatasi mobilitas masyarakat dengan menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) Darurat.

Memang PPKM Darurat hanya dilakukan di Jawa dan Bali, namun aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat turut diterapkan di daerah lain. Salah satunya di Palembang, Sumatera Selatan.

1 dari 3 Halaman

Selain memberlakukan penutupan beberapa ruas jalan, Satuan Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, juga kembali memberlakukan sistem ganjil-genap untuk menbatasi mobilitas masyarakat.

Setidaknya, ada empat ruas jalan di Palembang, Sumatera Selatan, yang memberlakukan sistem gage tersebut. Antara lain adalah Jalan Merdeka, Jalan POM IX Jalan A Rivai, dan Jalan Angkatan 45.

?Upaya pembatasan mobilitas juga telah dilakukan yakni dengan menyekat beberapa ruas jalan yang berpotensi memicu terjadinya kerumunan, terutama di malam hari," jelas Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri, dalam keterangan resminya, dilansir korlantas polri.

2 dari 3 Halaman

Diberlakukan Pada Pukul 16.00 sampai 22.00 WIB

Pemberlakuan sistem gage ini, berlaku mulai pukul 16:00 sampai 22:00 wib pada Senin sampai Sabtu. Beberapa petugas seperti Polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP turut berjaga di lokasi.

Dalam giat ini, petugas banyak mengarahkan plat nomor genap pada tanggal ganjil, dan diarahkan untuk menuju jalan lain.

3 dari 3 Halaman

"Kedua kawasan yang disekat saat itu adalah Kawasan Simpang Kantor DPRD Sumsel dan Kambang Iwak Palembang, Ilir Barat I, Palembang," tambah Eko Indra Heri.

Kebijakan ini diterapkan agar bisa membatasi mobilitas masyarakat di tengah penyebaran COVID-19 yang kian meluas.

Penulis: Fahmi Rizki

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR