HOME » BERITA » MENELISIK LEBIH DALAM CARA KERJA TURBO

Menelisik Lebih Dalam Cara Kerja Turbo

Selasa, 11 April 2017 21:15

Menelisik Lebih Dalam Cara Kerja Turbo
Foto: Autoevolution
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Pada era modern, pabrikan mobil berbondong-bondong mengembangkan mesin kecil yang dilengkapi oleh induksi paksa berupa Turbocharger, atau turbo.

Turbo tersusun atas berbagai komponen termasuk turbin, kompresor, shaft, dan casing sebagai bagian utamanya.

Penggunaan turbo juga didukung oleh berbagai komponen pendukung seperti pendingin udara, sistem ECU (Electric Control Unit), distribusi oli pelumas, dan lain sebagainya.

Turbo atau juga biasa dikenal dengan turbocharger adalah sebuah komponen tambahan motor bakar yang berfungsi untuk menambah jumlah udara yang masuk ke dalam ruang bakar, dengan memanfaatkan energi panas yang terkandung di dalam gas buang mesin.

Gas buang yang masih mengandung energi panas dilewatkan ke sebuah turbin untuk mengubah energi panas tersebut menjadi energi mekanis putaran poros.

Sebuah kompresor yang berada satu poros dengan turbin, memanfaatkan energi mekanis tadi untuk menyediakan lebih banyak udara ke dalam ruang bakar.

Ilustrasi Cara Kerja Turbo

Jika pada satu siklus motor bakar udara yang di masukkan ke dalam ruang bakar lebih banyak kuantitasnya, maka dimungkinkan juga dalam satu siklus tersebut, bahan bakar yang di masukkan ke dalam ruang bakar juga menjadi lebih banyak.

Pada kondisi normal, udara masuk ke dalam ruang bakar adalah akibat dari gerakan hisap dari torak. Gerakan hisap torak akan menciptakan tekanan negatif di dalam ruang bakar, yang jika diikuti dengan terbukanya katup manifold, maka udara dalam jumlah tertentu akan masuk ke dalam ruang bakar karena tekanan udara masuk (atmosfer) lebih besar daripada tekanan di dalam ruang bakar.

Dan karena putaran siklus motor bakar bekerja dengan sangat cepat, maka udara yang masuk ke ruang bakar pada saat siklus hisap berjumlah relatif sedikit.

Turbo HKS TD04

Jumlah udara yang relatif sedikit ini akan diikuti pula dengan sedikitnya jumlah bahan bakar yang masuk sesuai dengan setting sistem pencampuran bahan bakar di ruang bakar (karburator maupun injeksi). Dengan kondisi ini, daya mesin yang di hasilkan pun relatif rendah pula.

Penggunaan turbocharger akan meningkatkan daya keluaran motor bakar. Karena kompresor dari turbo akan meningkatkan tekanan dan kuantitas udara yang masuk ke ruang bakar pada saat siklus hisap.

Mesin Turbo Ganda milik Nissan GTR

Secara otomatis, kuantitas campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar pada satu siklus motor akan lebih banyak.

Kuantitas campuran bahan bakar dan udara yang lebih banyak inilah yang menghasilkan daya total siklus menjadi lebih besar daripada mesin konvensional yang tidak menggunakan turbo.

Pembangkitan daya yang relatif lebih besar ini, memungkinkan para produsen kendaraan bermotor untuk mendesain mesin dengan kapasitas ruang bakar kecil, namun menghasilkan daya total yang sama dengan mesin berkapasitas besar.

 (kpl/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER