HOME » BERITA » MENERKA MASA DEPAN MOTOGP PAKAI MESIN HYBRID ATAU LISTRIK

Menerka Masa Depan MotoGP Pakai Mesin Hybrid atau Listrik

Mesin pada mobil balap Formula 1 sudah hybrid, sedangkan mesin mobil balap Rally baru akan memakai hybrid pada musim depan. Bagaimana dengan MotoGP, Moto2, dan Moto3?

Rabu, 28 April 2021 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Menerka Masa Depan MotoGP Pakai Mesin Hybrid atau Listrik
MotoGP Qatar 2019 (HRC)

OTOSIA.COM - Di tengah era elektrifikasi, nasib mesin yang dipakai motor balap MotoGP pun dipertanyakan. Apakah masih akan berlanjut menggunakan mesin bensin ataukah justru akan mengikuti zaman menggunakan mesin hybrid atau listrik?

Seperti diketahui, di balap mobil Formula 1, mesin mobil balap F1 sudah lama menggunakan hybrid. Mesin mobil Rally pun akan mengikuti hal serupa mulai tahun depan.

Tapi jika dilihat lagi, balap motor juga sudah ada yang menggunakan mesin listrik, MotoE yang mana benar-benar 100 persen mesin listrik. Sedangkan mesin 1.000cc yang dipakai motor balap MotoGP menghasilkan tenaga sekitar 300 hp. Hal ini menjadi menarik, mengingat balap motor bukan hanya sekadar adu 'kuat' masing-masing pabrikan. Faktanya, MotoGP adalah tempat untuk pasar roda dua.

1 dari 2 Halaman

"Di MotoGP, kami bekerja dengan mesin pembakaran internal yang bertenaga dan sangat efisien. Kita perlu mengeluarkan tenaga sebanyak. Ini juga memiliki keuntungan untuk mesin jalan raya, karena kami menggunakan mesin yang paling efisien," jelas Yamaha Managing Director, Lin Jarvis dikutip dari Tuttomotoriweb.

Jika dibandingkan dengan powertrain MotoE, mesin pembakaran internal sudah tentu lebih bertenaga. Prototipe yang dipakai Kejuaraan Dunia MotoE sejak 2019 lalu dinilai lebih berat, kurang bertenaga, tidak memiliki suara dan limited autonomy.

2 dari 2 Halaman

"Apakah MotoGP akan tetap pakai mesin pembakaran internal, mesin hybrid atau teknologi yang sama sekali berbeda? Dorna mempromosikan MotoE. Kami melihatnya dengna penuh minat. Ada kuntungan dan kerugian mengendarai motor listrik," ungkapnya.

"Saya penggemar motor bensin karena saya sudah tua. Emosi sangat penting untuk olahraga di bidang ini, suara dan kecepatan. Fenomena ini, yang menghasilkan mesin pembakaran internal sulit untuk direproduksi," lanjutnya.

BERI KOMENTAR