HOME » BERITA » MENGANTISIPASI BAHAYA AREA BLIND SPOT PADA SEPEDA MOTOR

Mengantisipasi Bahaya Area Blind Spot pada Sepeda Motor

Sedikitnya ada 7 tindakan antisipatif untuk menghindari bahaya area blind spot bagi pengendara sepeda motor.

Minggu, 13 Juni 2021 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Mengantisipasi Bahaya Area Blind Spot pada Sepeda Motor
Ilustrasi pengendara sepeda motor (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Area blind spot yang sulit dibaca pengendara kerap menimbulkan kecelakaan. Blind spot merupakan "titik buta" kendaraan yang tidak bisa dijangkau oleh mata pengendara dan spion standar kendaraan.

Kendati memiliki pandangan lebih luas ketimbang kendaraan roda empat, pengendara sepeda motor juga perlu mewaspadai area blind spot. Area blind spot berpotensi menimbulkan bahaya di jalan.

Potensi blind spot biasanya sulit terdeteksi ketika berhadapan dengan kendaraan lain yang lebih besar.

1 dari 3 Halaman

"Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,? ujar Johanes Lucky, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Untuk menghindari bahaya blind spot, Lucky menyebutkan ada 7 langkah mengantisipasinya, yakni:

2 dari 3 Halaman

1. Selain mengetahui area blind spot kendaraan yang digunakan, pengendara motor wajib memahami area blind spot kendaraan lain, agar dapat memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi.

2. Memastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Alternatif lainnya, dapat juga memasang spion tambahan untuk meminimasi area blind spot kita.

3. Tetap menjaga fokus mata dengan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.

4. Selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh kendaraan lain.

3 dari 3 Halaman

5. Bunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot tersebut.

6. Menggunakan pelengkapan berkendara yang mudah terlihat pengendara lain, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain.

7. Terahir, selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

"Semakin besar suatu kendaraan maka titik buta saat berkendaranya semakin luas. Selain memahami posisi blindspot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan safetu riding dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan," pungkas Lucky.

BERI KOMENTAR