HOME » BERITA » MENGAPA TEKANAN BAN KENDARAAN HARUS DIKURANGI SAAT MUSIM HUJAN?

Mengapa Tekanan Ban Kendaraan Harus Dikurangi Saat Musim Hujan?

Kamis, 08 November 2018 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi ban basah saat hujan (pakwheels.com)

OTOSIA.COM - Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat musim hujan tiba. Selain merawat tampilan kendaraan, beberapa komponen perlu diperhatikan dan disesuaikan.

Salah satunya adalah tekanan udara di dalam ban. Tekanan udara ban ini harus dikurangi dari standar yang telah ditetapkan pabrikan.

Menanggapi hal tersebut, Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu angkat bicara. Dia tak menampik, tekanan angin di lintasan basah dan kering memang berbeda.

"Hanya saja (musim hujan) kalau dikurangin, tapi tidak signifikan (jumlah banyak). Terutama kalau mobil dalam kota yang kita pakai. Itu kurangnya 1-2 psi (pounds per square inch)," ungkap Jusri kepada Liputan6.com.

Alasannya, pengurangan tekanan angin ban kerap dilakukan agar kendaraan mampu memberikan traksi lebih saat musim hujan. Lintasan basah, lanjutnya, dapat membuat traksi roda ke permukaan (jalan) berkurang.

Lebih lanjut, Jusri menuturkan, jika berkendara di musim hujan, tentu hal itu akan membuat permukaan jalan tetap dingin. Alhasil, saat terjadi gesekan antara roda dan permukaan jalan, maka tidak menimbulkan suhu panas seperti saat melintasi jalanan di musim kemarau.

"Jadi misalnya tekanan angin dari 30 psi turun 28 psi itu no problem. Tapi kalau dia 30 psi tekanan dari pabrik, lalu dipakai 20 itu baru problem," ucapnya.

Maka itu, tetap harus dilakukan pengecekan kondisi ban secara berkala. Sebab, tekanan ban telah dianjurkan pabrikan otomotif. Tekanan ban kendaraan yang tepat bisa dilihat dari buku manual maupun tertera di sisi dalam pintu mobil berdekatan dengan sopir.

Nah, jika tekanan angin ban sengaja dikurangi atau ditambah dengan jumlah sangat banyak jauh dari standar pabrikan, tentunya hal itu akan mengurangi traksi dan sangat berbahaya.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/tys)

BERI KOMENTAR