HOME » BERITA » MENGENAL BUAYA MERAH, TRUK DAMKAR PEMADAM API KERUSUHAN 98 DI SOLO

Mengenal Buaya Merah, Truk Damkar Pemadam Api Kerusuhan 98 di Solo

Hanya ada dua mobil Damkar di Solo yang tersedia saat kerusuhan 98. Salah satunya Buaya Merah ini

Rabu, 30 Juni 2021 11:15 Editor : Ahmad Muzaki
Mengenal Buaya Merah, Truk Damkar Pemadam Api Kerusuhan 98 di Solo
Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

OTOSIA.COM - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta memiliki truk yang begitu melegenda. Mereka menyebut truk tersebut dengan 'Buaya Merah'. Menariknya lagi, truk ini telah ikut serta dalam memadamkan peristiwa kerusuhan di Solo Bulan Mei Tahun 1998.

Saat itu Kota Solo bak lautan api, bangunan tinggi dan vital dibakar massa. Hanya ada dua truk Damkar di Solo yang tersedia. Salah satunya Buaya Merah yang paling tua ini.

1 dari 4 Halaman

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Begitu tua untuk sebuah†truk, terhitung telah berusia 60 tahun. Kesan antik melekat pada bentuk truk ini. Cover lampunya bulat dengan lampu sirine di atas kaca. Buaya Merah tak punya atap pada driver dan penumpang. Modelnya ala-ala Cabriolet yang dahulu sempat tenar.

Tepat pada tahun 1961 mobil pemadam kebakaran ini dalam kondisi baru. Pada kerusuhan tahun 98, truk Damkar bermesin Toyota buatan tahun 1978 turut membantu kinerja Buaya Merah. Dua truk Damkar tersebut punya andil besar dalam memadamkan api kerusuhan yang terjadi.

Meski berusia tua, hingga saat ini truk Damkar Buaya Merah masih bisa menjalankan tugas dengan baik. Namun hanya untuk kebutuhan mendesak saja. Mengingat usia dan performanya jika dipaksa terus menerus beroperasi. Pasalnya sudah ada mobil pemadam kebakaran yang punya performa mesin baru dan modern.

2 dari 4 Halaman

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Buaya Merah dibekali dengan mesin Isuzu berbahan bakar bensin. Tak ada perubahan baik mesin maupun tubuh truk Damkar Buaya Merah. Sistem kemudinya kuno, belum menggunakan power steering. Para pengemudi begitu kesulitan bermanuver memecah keramaian di jalan. Berbeda dengan armada baru yang lebih nyaman dan cepat dalam berkendara.

Selain itu, para driver damkar lebih mengutamakan memakai armada baru. Waktu dan kecekatan menuntut para Damkar menggunakan peralatan yang modern. Mereka lebih sering memakai truk Damkar baru ketimbang Buaya Merah. Bahan bakarnya kini di isi dengan pertalite. Di saat mesin truk Damkar lain menggunakan solar yang lebih efisien dan bertenaga.

3 dari 4 Halaman

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Kondisi mesin pompa pemadam juga masih punya performa baik. Pompa air dengan merek Morita buatan Jepang ini mampu menyemprotkan air dengan kuat. Daya semprotnya tak kalah dengan sistem pompa mesin armada baru.

Berbagai perawatan dilakukan untuk menunjang performa Damkar tua ini. Servis mesin hingga part pompa air rutin diberikan. Mobil tua ini punya jadwal rutin untuk dibersihkan. Mulai dari depan hingga belakang anggota Damkar membersihkannya dengan teliti.

4 dari 4 Halaman

Damkar Tua Kota Solo ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Mobil pemadam kebakaran berwarna merah identik dengan warna api. Jangan salah, cat merah menyeluruh pada tubuh mobil Damkar melambangkan keberanian. Api yang bersifat merusak mampu diterjang para anggota Damkar bersama dengan armada pemadam kebakaran.

Meski telah berumur 60 tahun, tapi Buaya Merah masih terjun ke lokasi kebakaran. Karena begitu melegenda, Damkar Buaya Merah jadi ikon kebanggaan warga Kota Solo.

Penulis: Ibrahim Hasan

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR